JAKARTA - Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Sulawesi Selatan mencapai perkembangan penting.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan mesin pesawat di kawasan pegunungan Bulusaraung, tepatnya di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Temuan ini menjadi titik awal penting untuk investigasi penyebab kecelakaan pesawat tersebut.
Serpihan mesin ditemukan di lereng curam dengan kondisi rusak parah. Dokumentasi dari lokasi menunjukkan bahwa kerusakan ini kemungkinan akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi. Penemuan komponen vital ini menjadi harapan untuk memberikan petunjuk awal kepada tim penyelidik terkait kronologi kecelakaan.
Medan Ekstrem Jadi Tantangan Operasi Pencarian
Tim SAR menghadapi medan yang sangat berat selama pencarian. Hutan lebat, kabut tebal, serta kemiringan lereng menambah kesulitan evakuasi. Jarak pandang yang terbatas membuat tim harus bekerja hati-hati agar keselamatan personel tetap terjaga.
Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa serpihan mesin yang ditemukan merupakan komponen vital pesawat. Bagian ini diharapkan memberikan informasi awal yang dapat membantu mempercepat identifikasi dan investigasi teknis. Setiap langkah dilakukan sesuai prosedur keselamatan.
Penemuan Korban di Sekitar Lokasi Puing
Selain serpihan mesin, tim SAR juga berhasil menemukan satu jasad korban. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa jasad ditemukan dalam jurang sedalam sekitar 200 meter. Lokasinya tidak jauh dari serpihan pesawat yang ditemukan sebelumnya.
Korban berjenis kelamin laki-laki ini saat ini sedang dalam proses evakuasi melalui jalur pendakian. Penemuan ini menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan titik utama dampak kecelakaan pesawat ATR 42-500, dan menjadi prioritas tim SAR dalam operasi pencarian lebih lanjut.
Koordinasi Intensif Tim SAR Gabungan
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan. Koordinasi antar tim dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh area terdampak diperiksa secara menyeluruh.
Setiap tim dilengkapi perlengkapan khusus agar proses evakuasi puing pesawat maupun korban bisa dilakukan secara aman. Dokumentasi menyeluruh di lokasi juga dilakukan untuk mendukung laporan resmi investigasi. Informasi ini akan menjadi bukti penting dalam penentuan penyebab kecelakaan.
Harapan pada Temuan Mesin untuk Investigasi Teknis
Serpihan mesin yang ditemukan diharapkan bisa memberi petunjuk awal terkait penyebab kecelakaan pesawat. Penyidik akan meneliti kondisi kerusakan, posisi puing, dan kemungkinan faktor eksternal yang memengaruhi kecelakaan. Data ini sangat penting untuk menyusun laporan resmi dan rekomendasi keselamatan penerbangan.
Selain itu, temuan ini juga menjadi kunci bagi keluarga korban untuk memahami kronologi peristiwa. Analisis mendalam terhadap kondisi pesawat saat terbang akan membantu penyelidik menentukan apakah faktor teknis, cuaca, atau manusia yang berperan.
Penyisiran Lanjutan dan Upaya Evakuasi
Hingga kini, operasi SAR masih berlangsung. Tim gabungan terus melakukan penyisiran untuk menemukan bagian pesawat lainnya. Evakuasi korban dan puing dilakukan secara simultan, dengan prioritas keselamatan personel serta efektivitas pencarian.
Kondisi cuaca yang tidak menentu menambah tantangan bagi tim di lapangan. Meski demikian, koordinasi antara Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan memastikan setiap langkah dilakukan sesuai prosedur standar keselamatan. Pencarian bagian pesawat lainnya akan terus diprioritaskan hingga seluruh area terdampak diperiksa.
Langkah Selanjutnya dalam Investigasi Kecelakaan
Penemuan serpihan mesin menjadi bukti awal yang sangat penting untuk proses investigasi lebih lanjut. Tim teknis dari otoritas penerbangan akan memeriksa setiap komponen untuk menentukan titik awal kerusakan, serta menganalisis kemungkinan faktor penyebab.
Informasi dari lapangan akan dikombinasikan dengan data komunikasi pesawat, catatan penerbangan, serta cuaca saat kejadian. Tujuannya adalah menyusun laporan komprehensif untuk meningkatkan keselamatan penerbangan ke depan.
Penemuan ini menjadi bukti bahwa operasi SAR di pegunungan Bulusaraung memiliki peran krusial dalam memecahkan misteri kecelakaan ATR 42-500.