Program pertama yang diumumkan adalah penetapan Hari Jumat sebagai Hari Fraksi PKB se-Maluku. Melalui program bertajuk “PKB Mendengar Aspirasi Masyarakat”, seluruh anggota fraksi diwajibkan berkantor di kantor DPW maupun DPC setiap Jumat.
“Program ini menjadi ruang terbuka bagi publik untuk menyampaikan keluhan maupun usulan secara langsung,” ujar Ketua DPW PKB Maluku, Basri Damis, di Ambon.
Program kedua menyasar penguatan struktur internal. PKB Maluku akan menata kembali Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) di seluruh wilayah provinsi. Basri menilai penguatan di tingkat anak cabang penting agar mesin partai solid hingga ke tingkat akar rumput.
Program ketiga adalah pemetaan dan penguatan zona pemenangan. Partai mulai menyusun strategi berbasis wilayah dengan pendekatan terukur untuk meningkatkan peluang kemenangan pada Pemilu 2029.
Program keempat berupa pencalegan dini angkatan pertama. Langkah ini menyiapkan kader potensial sejak awal agar lebih siap membangun kepercayaan publik. Basri menginstruksikan seluruh kader aktif turun ke masyarakat dan memahami kebutuhan rakyat.
Program kelima menyasar penguatan ekonomi. PKB Maluku akan membina mama-mama kepala keluarga, khususnya mama papalele, agar bisa bertahan menopang ekonomi keluarga. “PKB harus terus bekerja dan hadir di tengah masyarakat untuk menjawab kebutuhan publik,” kata Basri.
Peluncuran lima program ini menjadi penegasan bahwa PKB Maluku ingin bergerak lebih cepat, sistematis, dan responsif terhadap dinamika sosial. Basri menyebut berbagai tantangan nasional seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan menuntut peran aktif partai politik dalam memberikan solusi nyata.
Dengan konsolidasi yang dimulai sejak 2026, partai berlambang bintang sembilan itu berharap mesin politiknya sudah panas saat kontestasi Pemilu 2029 tiba.