JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) berhasil membentuk 1.981 Koperasi Merah Putih di seluruh wilayahnya. Semua koperasi ini telah memiliki legalitas lengkap dan siap untuk memulai tahap pengembangan.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tengah, Henny Anggraini, menjelaskan bahwa jumlah koperasi disesuaikan dengan total desa dan kelurahan. “Totalnya terdiri dari 1.842 desa dan 175 kelurahan, dengan beberapa desa bergabung membentuk 34 koperasi sehingga mencapai 1.981 koperasi,” ujarnya di Palu, Minggu.
Tahap Penguatan Kelembagaan
Setelah tahap pembentukan selesai, pemerintah kini memasuki fase penguatan kapasitas pengurus koperasi. Fokus utama adalah peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) serta penguatan kelembagaan dan unit usaha koperasi.
Henny menambahkan bahwa pengurus sedang menjalani pelatihan manajemen dan administrasi koperasi. Tujuannya agar setiap koperasi mampu mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Penyediaan Infrastruktur dan Modal
Pemerintah tengah memproses penyediaan lahan untuk pembangunan kantor koperasi, gerai sembako, dan gudang. Pendanaannya bersumber dari Dana Desa maupun Dana Bagi Hasil (DBH) yang dialokasikan secara bertahap.
Selain itu, fasilitas pendukung ini diharapkan mempercepat operasional usaha koperasi. Dengan infrastruktur memadai, koperasi dapat membuka layanan bagi anggota dan masyarakat secara lebih optimal.
Strategi Penggabungan Desa
Beberapa desa dengan jumlah penduduk di bawah 500 kepala keluarga diarahkan untuk bergabung dalam satu koperasi. Pertimbangan lain adalah keterbatasan SDM yang memahami pengelolaan koperasi sehingga penggabungan dianggap lebih efisien.
Hal ini bertujuan agar setiap koperasi memiliki kapasitas yang cukup untuk menjalankan aktivitas usaha. Dengan pengelolaan terpusat, pengurus dapat memaksimalkan potensi ekonomi desa dan kelurahan yang tergabung.
Aktivitas Usaha dan Rekrutmen Anggota
Henny menyebutkan bahwa koperasi sudah dapat memulai aktivitas usaha sejak tahap pendirian. Jenis usaha telah dimusyawarahkan dalam proses pendirian, tetapi pelaksanaan masih menunggu kesiapan modal dan sarana pendukung.
Minat masyarakat untuk menjadi anggota cukup tinggi, namun jumlah anggota belum bisa dipastikan. Proses rekrutmen anggota masih berjalan di masing-masing desa dan kelurahan untuk memastikan keterlibatan masyarakat secara merata.
Target Gerai Standar
Pemerintah pusat menargetkan setiap koperasi memiliki gerai standar yang akan dibangun secara bertahap. Pembangunan gerai ini diharapkan dapat dimulai pada Maret 2026, dengan lokasi menyesuaikan ketersediaan lahan di desa dan kelurahan masing-masing.
Gerai standar nantinya berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi anggota dan masyarakat sekitar. Dengan adanya gerai, koperasi dapat meningkatkan distribusi produk, akses layanan, dan keterlibatan warga secara langsung.
Harapan dan Dampak Ekonomi
Henny berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Koperasi diharapkan menjadi wadah pengembangan usaha kecil dan menengah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, penguatan koperasi juga bertujuan menciptakan tata kelola yang profesional. Dengan pengurus yang terlatih dan sarana memadai, koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dan kelurahan.
Tantangan dan Solusi
Meski sudah terbentuk, koperasi masih menghadapi tantangan terkait kesiapan modal dan sarana usaha. Pemerintah berupaya memberikan pendampingan dan memfasilitasi pembiayaan agar koperasi dapat berjalan optimal.
Pendekatan bertahap ini diharapkan mampu memastikan setiap koperasi memiliki fondasi kuat sebelum mengembangkan usahanya. Strategi ini juga menjaga keberlanjutan operasional dan kualitas layanan bagi masyarakat.
Dengan terbentuknya 1.981 Koperasi Merah Putih, seluruh desa dan kelurahan di Sulawesi Tengah kini memiliki wadah ekonomi resmi. Tahap selanjutnya adalah penguatan kelembagaan, pembangunan gerai, dan peningkatan kapasitas SDM agar koperasi dapat berperan optimal bagi masyarakat.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan dukungan infrastruktur dan pelatihan, Koperasi Merah Putih siap menjadi pilar penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.