Google Ubah Sistem Gmail, Pengguna Email Lama Perlu Waspada

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 25 Januari 2026 | 18:20:05 WIB
Google hentikan dukungan Gmailify mulai Januari 2026, pengguna email lama perlu waspada.

Google kembali melakukan perubahan besar pada Gmail. Meski sorotan utama tertuju pada pembaruan alamat email dan integrasi kecerdasan buatan (AI), ada perubahan lain yang luput dari perhatian banyak pengguna—dan justru berpotensi menimbulkan risiko keamanan serius.

Sejumlah akun Gmail kini disebut berada dalam kondisi rawan, terutama milik pengguna lama yang menghubungkan akun email lawas ke Gmail. Ironisnya, sebagian besar pengguna tidak menyadari perubahan ini dan belum mengambil langkah antisipasi.

Sebelumnya, Google telah mengumumkan penghentian dukungan POP3 untuk mengambil email dari akun pihak ketiga ke Gmail. Mulai bulan ini, fitur tersebut resmi dimatikan. Padahal, POP3 selama bertahun-tahun menjadi andalan untuk mengelola email lama dari layanan seperti Yahoo, AOL, hingga Hotmail langsung di Gmail.

Namun ancaman terbesar justru datang dari kebijakan lain yang kurang terdengar: penghapusan fitur Gmailify.

Menurut laporan Android Authority, Google akan menghentikan Gmailify—fitur yang memungkinkan akun email non-Gmail menikmati sistem penyaringan spam dan pengelolaan inbox ala Gmail. Padahal, selama ini Gmailify berperan penting menjaga email lama tetap aman dari spam, phishing, dan malware.

Situs 9to5Google mencatat, Gmailify dirancang agar pengguna Yahoo, AOL, atau Outlook tetap bisa menggunakan alamat email lama mereka, namun dengan perlindungan spam milik Gmail. Perlindungan ini sama dengan sistem yang diklaim Google mampu memblokir hampir 10 juta email spam setiap menit berkat teknologi AI.

Sayangnya, Google mengonfirmasi bahwa mulai Januari 2026, Gmail tidak lagi mendukung Gmailify. Artinya, email dari akun-akun lama tersebut tidak akan lagi dipindai menggunakan sistem keamanan Gmail.

Google memang menyarankan pengguna untuk mengatur forwarding langsung dari akun lama, tetapi metode ini tidak memberikan tingkat penyaringan yang sama. Akibatnya, email mencurigakan dari alamat lama berpotensi langsung masuk ke inbox utama Gmail tanpa filter maksimal.

Situasi ini dinilai berbahaya karena penjahat siber diperkirakan akan memanfaatkan celah tersebut. Pengiriman email ke alamat Yahoo, AOL, atau Hotmail bisa kembali menjadi strategi efektif, mengingat jutaan email dari layanan tersebut kini berisiko masuk ke Gmail tanpa perlindungan optimal.

Masalah ini semakin diperparah oleh gangguan teknis yang terjadi akhir pekan lalu. Google mengonfirmasi adanya kesalahan sistem yang menyebabkan filter Gmail tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dampaknya, banyak pengguna melaporkan inbox mereka dibanjiri spam, bahkan menerima peringatan bahwa pesan tertentu belum sepenuhnya dipindai dari ancaman malware.

Media teknologi mencatat, pengguna sempat melihat peringatan di bagian atas email yang menyebut pesan tersebut belum sepenuhnya diperiksa keamanannya. Google mengakui terjadi kesalahan klasifikasi email, lonjakan spam, hingga keterlambatan pengiriman pesan.

Meski Google menyatakan sebagian besar masalah kini sudah diperbaiki, perusahaan juga mengingatkan bahwa email yang salah diklasifikasikan sebelum perbaikan bisa saja masih terdampak.

Bagi pengguna Gmail, terutama yang masih mengandalkan akun email lama, perubahan ini menjadi sinyal penting untuk segera meninjau ulang pengaturan email dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan digital.

Reporter: Redaksi
Back to top