MBD — Akses air bersih bagi warga di Desa Moain, Desa Kiera, dan Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, kini semakin terbuka. Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa menuntaskan pembangunan infrastruktur dasar tersebut pada Senin (05/05/2026).
Pembangunan difokuskan pada dua metode berbeda untuk memastikan distribusi air berjalan optimal bagi masyarakat setempat. Satgas TMMD melakukan revitalisasi pada dua titik sumber air yang sebelumnya tidak berfungsi akibat kerusakan infrastruktur lama agar dapat kembali digunakan secara maksimal.
Sementara itu, tiga titik lainnya merupakan pembangunan sumur bor baru yang dibangun dari nol. Penambahan fasilitas ini dirancang untuk memperluas jangkauan layanan air bersih agar lebih merata ke seluruh pemukiman warga di tiga desa sasaran tersebut.
Kehadiran lima titik air ini menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pelosok Maluku Barat Daya. Pengerjaan fisik di lapangan dilakukan secara bergotong-royong, melibatkan personel TNI dan warga desa setempat untuk mempercepat proses instalasi.
Komandan Kodim 1511/Pulau Moa, Letkol Infanteri Nuriman Siswandi, menegaskan bahwa akses air bersih menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan TMMD kali ini. Pihaknya berupaya menjawab keluhan warga yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air layak konsumsi untuk kebutuhan harian.
"Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah. Pembangunan ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari warga," ujarnya saat berada di Desa Moain.
Menurutnya, ketersediaan air bersih bukan sekadar urusan sanitasi, melainkan fondasi bagi kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah kepulauan. Pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah konkret TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah tertinggal.
Masyarakat di Kecamatan Moa menyambut positif selesainya pembangunan fasilitas tersebut. Warga berharap infrastruktur yang dibangun melalui program TMMD ke-128 ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi krisis air yang kerap terjadi, terutama saat musim kemarau melanda wilayah Maluku.
Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam proyek ini sekaligus memperkuat kemanunggalan di daerah perbatasan. Selain aspek pembangunan fisik, program ini juga menjadi momentum untuk menggerakkan semangat swadaya masyarakat dalam merawat fasilitas publik yang telah dibangun.
Ke depan, pemeliharaan sarana air bersih ini akan diserahkan kepada pihak desa. Hal tersebut bertujuan agar manfaat dari sumur bor dan sumber air yang telah direvitalisasi dapat dirasakan oleh generasi mendatang di Kabupaten Maluku Barat Daya.