AMBON — Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Maluku didorong untuk segera melakukan pembenahan organisasi demi mengejar target medali pada PON 2028. Langkah ini menjadi fokus utama dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PASI Maluku yang digelar di Kota Ambon, Sabtu (9/5/2026).
Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar (PB) PASI, Umar Yono, menegaskan bahwa kejayaan atletik Maluku harus dikembalikan melalui tata kelola organisasi yang profesional. Menurutnya, tanpa manajemen yang solid, potensi besar atlet lokal tidak akan tersalurkan secara maksimal di kancah nasional maupun internasional.
Dalam forum tersebut, PB PASI mengingatkan kembali sejarah emas atletik Maluku yang pernah mengguncang Asia Tenggara. Salah satu pencapaian monumental yang hingga kini belum terlampaui adalah rekor nasional lari nomor 800 meter atas nama Alex Resmol.
“PASI pernah punya atlet atletik yang mencatat rekor nasional di nomor lari 800 meter, yaitu Alex Resmol. Rekor itu diukir di Chiang Mai, Thailand tahun 1995. Sampai sekarang rekor itu belum terpecahkan. Kami berharap PASI Maluku kembali berjaya di kanca nasional, bahkan di internasional,” ungkap Umar Yono saat membuka Musprov.
Umar menekankan agar pengurus baru tidak terjebak pada program kerja yang terlalu muluk-muluk. Fokus jangka pendek yang paling krusial adalah memastikan kesiapan atlet menghadapi babak kualifikasi yang sudah di depan mata.
“PASI Maluku harus ukir prestasi di PON 2028, loloskan sebanyak mungkin atlet atletik pada babak kualifikasi di Januari 2027 ini, agar di 2028 PASI Maluku bisa kembali bangkit,” pintanya.
Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, PB PASI memetakan dua variabel penentu keberhasilan. Pertama adalah keberadaan pengurus yang solid dan mau bekerja keras, sementara yang kedua adalah kepastian dukungan dana dari Pemerintah Daerah (Pemda).
Umar Yono menyebutkan bahwa atletik memiliki karakteristik berbeda dengan cabang olahraga populer lainnya. Sifatnya yang murni prestasi membuat cabang ini memerlukan perhatian khusus dari pemangku kebijakan di daerah.
“Atletik adalah cabang olahraga yang tidak bisa dijual. Sekarang momentumnya pemilihan dan penetapan ketua dan pengurus baru. Maka untuk mewujudkan prestasi yang baik, kuncinya ada dua, yakni program kerja jangan muluk-muluk, dan utamakan prestasi PON 2028,” tegas Umar.
Ketua KONI Provinsi Maluku, M.A.S Latuconsina, mengakui bahwa saat ini dunia olahraga di Bumi Raja-Raja sedang menghadapi tantangan berat. Penurunan prestasi tidak hanya terjadi pada cabang atletik, namun merata di hampir seluruh cabang olahraga.
Sam Latuconsina menilai kondisi degradasi ini sangat memprihatinkan dan memerlukan komitmen kolektif untuk memperbaikinya. Musprov kali ini diharapkan menjadi titik balik untuk melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan nyata.
“Saya berharap, musyawarah hari ini melahirkan kepengurusan yang baik, komitmen dan mau bekerja keras membangkitkan olahraga Maluku, khususnya untuk cabang olahraga atletik,” jelas Sam.