Raja Hitu dan Morella Bertemu di Ambon, Umar Key Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Warga

Penulis: Tedy Rustandi  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 18:56:01 WIB
Raja Negeri Hitu dan Raja Negeri Morella bertemu di Ambon untuk membahas rekonsiliasi dan percepatan pembangunan rumah warga.

AMBON — Upaya rekonsiliasi antara masyarakat Negeri Hitu dan Negeri Morella memasuki babak krusial setelah pimpinan kedua negeri adat tersebut duduk bersama dalam satu meja. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Matan Welela ini dirancang untuk meredam tensi sekaligus mempererat kembali hubungan persaudaraan yang sempat merenggang.

Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku, Umar Key, mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan realisasi dari janjinya untuk membangun komunikasi intensif demi kedamaian di Maluku. Ia menegaskan bahwa stabilitas di tingkat akar rumput menjadi syarat utama agar proses rehabilitasi kawasan bisa berjalan maksimal.

Fokus Pemulihan Sosial dan Infrastruktur Desa

Selain menyerukan penghentian konflik, pertemuan tersebut secara spesifik membahas nasib warga yang kehilangan tempat tinggal. Umar Key meminta seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung langkah para raja dalam mempercepat pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak.

“Damai itu indah. Saya berharap masyarakat Hitu dan Morella bisa kembali hidup rukun dan menerima setiap langkah baik yang diambil para raja demi kepentingan bersama,” ujar Umar Key dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, pemulihan kondisi sosial pascakonflik tidak bisa ditunda lagi agar aktivitas ekonomi dan kemasyarakatan di kedua negeri kembali normal. Dukungan dari masyarakat sangat diperlukan agar proses penyelesaian berbagai persoalan teknis di lapangan tidak menemui hambatan berarti.

Harapan Pemimpin Adat untuk Kedamaian Maluku

Raja Negeri Hitu dan Raja Negeri Morella yang hadir dalam kesempatan itu sepakat bahwa perdamaian adalah kebutuhan mendesak. Kedua pemimpin adat ini menyadari bahwa situasi yang tidak kondusif hanya akan memberikan dampak buruk bagi kesejahteraan anak cucu di masa depan.

“Kami ingin masyarakat di kedua negeri segera hidup damai karena konflik hanya membuat masyarakat resah dan susah,” tegas salah satu raja di hadapan para tokoh yang hadir.

Komitmen ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi warga di kedua negeri untuk menanggalkan ego dan mulai merajut kembali komunikasi yang sempat terputus. Para raja juga meminta warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana.

Langkah Lanjutan di Negeri Hitu dan Morella

Pertemuan di Ambon ini dipastikan bukan merupakan agenda terakhir. Umar Key menyatakan bahwa komunikasi antara kedua pihak akan terus dikawal melalui rencana pertemuan lanjutan yang akan digelar langsung di wilayah Negeri Hitu maupun Negeri Morella dalam waktu dekat.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh agama, termasuk Habib Rifki Alhamid. Dalam pesan kemanusiaannya, ia mengingatkan pentingnya saling memuliakan antar sesama manusia sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan.

“Allah melarang manusia berbuat kejahatan dan ketidakadilan. Kita sesama manusia harus saling memuliakan,” tutur Habib Rifki.

Dengan adanya dukungan dari tokoh pemuda, pemimpin adat, dan tokoh agama, situasi di Maluku khususnya bagi masyarakat Hitu dan Morella diharapkan tetap aman dan kondusif. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya stabilitas keamanan jangka panjang di Bumi Raja-Raja.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: ambontoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top