3 Pendaki Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono, TNI Kirim Personel Tambahan ke Halmahera Utara

Penulis: Ramli Siregar  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 22:38:01 WIB
Personel TNI ditambah untuk mempercepat evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara.

TERNATE — Operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, terus diintensifkan menyusul adanya laporan korban jiwa. TNI Angkatan Darat kini menambah kekuatan personel di lapangan untuk menyisir kawasan puncak yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto mengonfirmasi bahwa pengerahan pasukan ini merupakan instruksi langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh korban, terutama yang berada di titik sulit, dapat segera dievakuasi ke zona aman.

“Kasad memerintahkan kami untuk mengerahkan seluruh potensi satuan jajaran Kodam XV/Pattimura dalam mendukung operasi kemanusiaan penanganan dampak erupsi Gunung Dukono,” ujar Mayjen Doddy di Ternate, Minggu (18/8/2024).

Data Korban: 3 Pendaki Meninggal Dunia Termasuk Warga Asing

Berdasarkan data sementara yang dihimpun tim gabungan di lapangan, terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan kawah saat erupsi terjadi. Kelompok pendaki tersebut terdiri atas 11 warga negara Indonesia (WNI) dan sembilan warga negara asing (WNA).

Dari total tersebut, 17 orang dinyatakan selamat, yang meliputi 10 WNI dan tujuh WNA. Namun, tiga orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban meninggal terdiri atas satu orang WNI dan dua orang WNA yang identitasnya kini dalam proses penanganan lebih lanjut.

Hingga saat ini, seluruh korban WNI yang selamat telah dipulangkan ke pihak keluarga. Sementara itu, para warga asing yang berhasil dievakuasi sudah berada di Kota Ternate untuk menunggu jadwal penerbangan menuju Jakarta guna proses administrasi dan pemulangan ke negara asal.

Rincian Personel Gabungan dan Kendala Medan Berat

Kodam XV/Pattimura telah memobilisasi kekuatan dari berbagai satuan untuk memperkuat tim SAR yang sudah ada. Kekuatan tambahan ini mencakup satu pleton dari Kodim Tobelo, satu regu dari Koramil Galela, serta satu pleton dari Yonif 732/Banau.

Operasi ini tidak dilakukan sendiri. TNI berkoordinasi erat dengan satu regu Basarnas, satu pleton Brimob, satu pleton personel Polres Halmahera Utara, serta dibantu oleh sekitar 20 warga lokal yang memahami jalur pendakian di Gunung Dukono.

“Kasad menekankan agar seluruh personel tetap memperhatikan faktor keselamatan mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih terjadi dan berpotensi membahayakan,” kata Pangdam yang turun langsung memimpin kendali operasi di lapangan bersama instansi terkait.

Warga Diimbau Waspada Paparan Abu Vulkanik

Meski aktivitas vulkanik gunung api di Halmahera Utara ini telah memakan korban jiwa dari kalangan pendaki, kondisi pemukiman di sekitar lereng dilaporkan masih kondusif. Sejauh ini, otoritas setempat belum mengeluarkan perintah pengungsian bagi masyarakat umum.

Masyarakat hanya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman hujan abu. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah menjadi protokol wajib guna menghindari gangguan pernapasan akibat material vulkanik yang terbawa angin.

Pihak Kodam XV/Pattimura menegaskan akan terus menyiagakan personel di lokasi hingga operasi kemanusiaan ini dinyatakan selesai sepenuhnya. “TNI AD melalui Kodam XV/Pattimura akan terus hadir membantu masyarakat dan mendukung penuh seluruh proses operasi kemanusiaan hingga dinyatakan selesai,” pungkas Mayjen Doddy.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top