AMBON — PLN menyiapkan sistem kelistrikan berlapis agar ribuan peserta dan pengunjung MTQ dapat beribadah dan berlomba tanpa gangguan listrik. Langkah konkret yang dilakukan meliputi pemeriksaan menyeluruh pada sistem distribusi, pemantauan jaringan secara intensif, hingga penyiagaan personel teknis selama sepekan penuh.
Manager PLN UP3 Ambon, Ramli Malawat, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 250 kVA. Alat ini berfungsi sebagai sistem pendukung untuk menjaga kontinuitas suplai listrik di lokasi utama penyelenggaraan MTQ.
"Kami ingin seluruh peserta dan masyarakat yang hadir dapat fokus mengikuti rangkaian MTQ dengan nyaman. Karena itu, PLN menyiapkan personel siaga, melakukan pemantauan sistem selama 24 jam, serta menyiapkan suplai cadangan," ujar Ramli dalam keterangan resmi yang diterima di Ambon.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menegaskan bahwa peran PLN tidak sekadar penyedia listrik. Menurutnya, keandalan pasokan menjadi faktor krusial dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan yang memperkuat karakter generasi muda serta persatuan masyarakat Maluku.
"Listrik yang andal memungkinkan masyarakat dapat beribadah, belajar, berkumpul, dan mengikuti kegiatan keagamaan dengan nyaman. PLN berkomitmen memastikan pasokan listrik tetap terjaga sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia di Maluku," kata Noer.
PLN UP3 Ambon tidak hanya mengandalkan peralatan cadangan. Seluruh personel teknis akan bersiaga penuh selama penyelenggaraan MTQ, mulai dari acara pembukaan, perlombaan, hingga agenda pendukung lainnya. Pemantauan kondisi jaringan dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
Dengan persiapan ini, PLN berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kelancaran MTQ XXXI sekaligus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang hadir melayani kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah di Maluku.