Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari berbagai jenjang di Maluku akan mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat provinsi. Ajang ini digelar untuk menjaring bakat seni sekaligus memperkuat peran SLB dalam mengembangkan potensi siswa berkebutuhan khusus.
AMBON — Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari jenjang SD, SMP, dan SMA di Maluku akan bersaing dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat provinsi. Ajang ini menjadi wadah untuk mengaktualisasikan kemampuan siswa berkebutuhan khusus serta menemukan talenta terbaik di bidang seni.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, menyatakan FLS3N dirancang sebagai wahana aktualisasi bagi siswa SLB untuk menunjukkan potensi mereka. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menjaring anak-anak berbakat yang memiliki bakat seni.
"Ajang ini menjadi wahana aktualisasi untuk mendapatkan prestasi peserta didik sekaligus momentum menemukan anak-anak berbakat atau yang mempunyai potensi talenta di bidang seni," ujarnya di Ambon, Senin.
Meskipun para peserta menghadapi tantangan tersendiri dalam berkarya dan berkompetisi, ajang ini merupakan bagian dari proses pembinaan prestasi secara berkelanjutan.
FLS3N diikuti oleh siswa dari Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). Mereka bersaing dalam berbagai kategori seni yang telah disiapkan panitia.
Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Peserta terbaik di tingkat provinsi akan dipersiapkan untuk mewakili Maluku pada ajang FLS3N tingkat nasional.
"Dari lomba ini kami akan mendapatkan peserta yang siap menuju tingkat nasional di bidang seni. Sekarang sudah pada tingkat provinsi Maluku dan kami akan menjaring peserta terbaik untuk mewakili daerah di tingkat nasional," kata Sarlota.
Menurut Sarlota, pembinaan melalui FLS3N tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan prestasi di bidang seni. Kegiatan ini juga mendukung pengembangan karakter dan kepercayaan diri siswa berkebutuhan khusus.
Pemerintah mendorong agar pendidikan bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa SLB, dilaksanakan secara terukur, tepat sasaran, efektif, efisien, dan berkelanjutan. Dikbud Maluku menjadikan ajang talenta sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan pendidikan untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi sesuai kemampuan masing-masing.
Harapannya, pembinaan melalui FLS3N dapat terus dilakukan secara konsisten sehingga siswa berkebutuhan khusus di Maluku memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, menunjukkan prestasi, dan memperoleh ruang sesuai minat dan bakatnya.