MALUKU — Perang ponsel premium di Indonesia makin panas dengan kehadiran dua kandidat kuat: vivo X300 E dan OnePlus 15. Keduanya sama-sama mengusung chipset kelas atas dan kamera utama 50MP dengan OIS, tapi pendekatan yang ditawarkan bertolak belakang. vivo mencoba menawarkan nilai terbaik di kelasnya, sementara OnePlus memilih konfigurasi paling lengkap tanpa kompromi—dan perbedaan itu tercermin jelas dari banderol harganya yang mengutip data GizmoChina, Rabu (2/9/2026).
OnePlus 15 unggul di angka mentah dengan panel LTPO AMOLED ber-refresh rate hingga 165Hz. Teknologi LTPO ini penting—layar bisa turun otomatis ke 1Hz saat menampilkan konten statis, yang secara langsung berdampak pada konsumsi baterai. vivo X300 E sebenarnya tidak kalah menarik dengan AMOLED 144Hz, tapi tanpa LTPO, efisiensi dayanya diragukan bisa sebaik OnePlus untuk penggunaan harian.
Untuk gaming, refresh rate 165Hz di OnePlus jelas lebih mulus, meski ekosistem game yang mendukung angka tersebut di Indonesia masih terbatas. Kebanyakan game kompetitif baru mentok di 120Hz.
Dapur pacu keduanya sama-sama gahar. vivo X300 E ditenagai Snapdragon 8 Gen 5, sementara OnePlus 15 mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5—secara hierarki, varian Elite memang diposisikan lebih tinggi. Perbedaan ini terasa di skor benchmark sintetis, tapi untuk aktivitas harian seperti scrolling media sosial, nonton video, atau gaming berat sekalipun, keduanya tidak akan terasa lambat.
Perbedaan yang lebih krusial ada di RAM dan storage:
Buat kamu yang sering menyimpan video 4K atau main game dengan file besar (bisa tembus 20GB per game), opsi 1TB di OnePlus jelas lebih masa depan. RAM 16GB juga membantu multitasking berat—misalnya split screen sambil main game—tanpa harus reload aplikasi.
Ini sektor yang paling mencolok. Kamera utama dan telefoto keduanya sama-sama 50MP dengan OIS, tapi ada perbedaan tipis di kemampuan zoom: OnePlus 15 menawarkan optical zoom 3,5x, sedikit lebih jauh dari 3x milik vivo. Perbedaan 0,5x ini tidak terlalu signifikan di hasil akhir—yang justru bikin jarak adalah kamera ultrawide.
OnePlus 15 membawa sensor ultrawide 50MP, sementara vivo X300 E hanya dibekali 8MP. Ini perbedaan yang sangat terasa. Ultrawide 8MP biasanya menghasilkan foto yang kurang tajam, noise lebih banyak di kondisi minim cahaya, dan detail yang hilang saat dicrop. Buat kamu yang suka foto landscape, arsitektur, atau foto grup, kualitas ultrawide OnePlus jelas satu level di atas.
Untuk selfie, vivo justru unggul di atas kertas dengan sensor 50MP ber-autofocus, dibanding 32MP di OnePlus. Perekaman video juga jadi milik OnePlus—mendukung 8K dan 4K di 120fps, sementara vivo mentok di 4K. Kalau kamu konten kreator yang butuh slow motion halus, OnePlus 15 pilihan yang lebih masuk akal.
Kapasitas baterai keduanya hampir identik: 7.200mAh untuk vivo, 7.300mAh untuk OnePlus. Perbedaan 100mAh tidak akan terasa di pemakaian nyata. Yang membuat vivo X300 E menarik justru di pengisian dayanya—90W wired memang di bawah 120W milik OnePlus, tapi keduanya sama-sama bisa mengisi penuh dalam waktu sekitar 30 menit.
Masalahnya, vivo X300 E tidak mendukung pengisian nirkabel sama sekali. Di kelas harga Rp12 jutaan, ini adalah kekurangan yang cukup mengecewakan—banyak kompetitor di harga lebih murah sudah menyediakan fitur ini. OnePlus 15 melengkapinya dengan wireless charging 50W yang tergolong cepat.
Keduanya punya sertifikasi ketahanan air dan debu level tinggi. vivo X300 E mengantongi IP68/IP69—angka 69 berarti tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi, jarang ditemui di ponsel. OnePlus 15 membawa IP68/IP69K yang kurang lebih setara. Buat kamu yang sering kerja di luar ruangan atau terkena hujan, keduanya sama-sama aman.
Keputusan akhir kembali ke kebutuhan dan prioritas kamu:
Satu catatan penting: harga tersebut adalah estimasi dari GizmoChina dan bisa berbeda saat masuk Indonesia resmi—termasuk pajak dan garansi yang biasanya menambah Rp1-2 juta dari harga global.