FPIK Unpatti Kebut Akreditasi Internasional, Lima Prodi Unggul Jadi Modal Menuju Daya Saing Global

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 07 September 2026 | 09:31:01 WIB
FPIK Unpatti menggelar diskusi akademik untuk menyusun strategi menuju akreditasi internasional di Halte Coffee FPIK, Ambon.

AMBON — FPIK Unpatti tengah menyusun peta jalan menuju pengakuan global. Dalam diskusi akademik di Halte Coffee FPIK, fakultas kelautan tertua di Maluku ini memfokuskan penguatan lima program studi berstatus unggul sebagai batu loncatan meraih akreditasi internasional melalui ACIN.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., hadir sebagai narasumber. Ia menegaskan akreditasi internasional bukan sekadar target administratif, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh fakultas.

“Memang itu butuh kerja keras dan membutuhkan sumber dana yang harus kita perjuangkan. Namun demikian, kita tetap akan berjuang sambil membenahi sarana dan prasarana yang ada,” kata Fredy.

Kampus Baru dan Transformasi FPIK

Mengusung tema “Kampus Baru, Transformasi Baru: Arah Strategis FPIK Menuju Fakultas Berdaya Saing Global”, diskusi ini menjadi ruang konsolidasi sivitas akademika. Rektor menegaskan penguatan laboratorium dan pemenuhan infrastruktur bangunan FPIK menjadi prioritas utama.

Upaya tersebut terus diperjuangkan, termasuk lewat skema kolaborasi dengan fakultas lain di lingkungan Unpatti yang memiliki sarana pendukung. Di luar aspek fisik, pengembangan sumber daya manusia, perluasan jejaring kerja sama, serta riset berbasis kebutuhan industri juga masuk agenda strategis.

FPIK tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi riset yang mampu menjawab persoalan kelautan dan perikanan secara nyata.

Posisi Strategis di Bawah Bina Mulia Kelautan

Wakil Dekan I Bidang Akademik FPIK Unpatti, Ir. Simon Tubalawony, M.Si., mengingatkan FPIK memikul tanggung jawab besar mendukung Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unpatti, yakni Bina Mulia Kelautan. Posisi ini menuntut FPIK menyiapkan sumber daya manusia unggul yang berkarakter sebagai masyarakat laut dan pulau.

“Untuk itu, diskusi akademik ini penting dilaksanakan sebagai ruang untuk menghasilkan berbagai strategi dan kebijakan bagi pengembangan FPIK Universitas Pattimura yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Simon.

Naskah Akademik Jadi Pedoman Pengembangan

“Dialog Pagi Inspiratif” merupakan pertemuan keenam sekaligus penutup rangkaian kegiatan menyongsong Dies Natalis ke-44 FPIK. Seluruh gagasan, masukan, dan rekomendasi kebijakan dari enam sesi diskusi akan dituangkan ke dalam naskah akademik.

Naskah tersebut diharapkan menjadi pedoman resmi FPIK dalam meningkatkan kualitas dan menyusun arah pengembangan fakultas ke depan. Targetnya bukan hanya kepentingan internal, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat Maluku.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top