Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku menyalurkan bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) kepada 20 kelompok tani di Kabupaten Maluku Tengah guna mendukung ketersediaan dan distribusi air bagi lahan pertanian. Penyaluran bantuan dipantau melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) RJIT tahap I dan II yang dilaksanakan pada 21-24 September 2026 di sejumlah lokasi.
AMBON — Kepala BBRMP Maluku, Gunawan, menyatakan bahwa dukungan jaringan irigasi tersebut menjadi salah satu upaya menghadapi tantangan kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas pertanian. Pernyataan itu disampaikan Gunawan di Ambon, Jumat.
Monev dilakukan oleh Raihan bersama CWS Penyuluh Pertanian Provinsi Maluku, Putra. Tim meninjau sejumlah lokasi di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan Kecamatan Seram Utara Timur Seti.
“Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan bantuan RJIT berjalan sesuai rencana sekaligus melihat kondisi jaringan irigasi yang dimanfaatkan oleh kelompok tani penerima bantuan,” ujar Gunawan.
Melalui monev, tim BBRMP Maluku meninjau perkembangan rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan bantuan, serta kondisi jaringan di lapangan.
“Bantuan RJIT diharapkan dapat memperbaiki akses dan distribusi air menuju lahan pertanian sehingga kegiatan budidaya dapat berlangsung lebih optimal,” harap Gunawan.
Menurutnya, dengan kondisi jaringan yang lebih baik, ketersediaan air bagi lahan pertanian diharapkan dapat terjaga sehingga petani dapat mempertahankan keberlanjutan produksi.
BBRMP Maluku melalui kegiatan monev memastikan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi kelompok tani penerima bantuan, khususnya dalam mendukung ketersediaan air dan ketahanan pangan di Kabupaten Maluku Tengah.