MALUKU — PT TASPEN (Persero) menggelar TASPEN GRC Insight Forum 2026 di Jakarta pada Selasa (6/10) dengan tema Empowering Sustainable Growth Through Integrity, Resilience, and Proactive Collaboration. Forum ini menjadi penanda skor asesmen Good Corporate Governance TASPEN yang mencapai 99,191 dengan predikat sangat baik. Perusahaan juga meraih predikat Most Trusted Company dalam Corporate Governance Perception Index.
Dua pakar turut mengisi acara: Dr. Yunus Husein, S.H., LL.M., selaku Anti-Money Laundering & Financial Crime Expert, serta Dr. Hendry Julian Noor, S.H., M.Kn., sebagai Corporate Law & Governance Expert. Hadir pula jajaran Dewan Komisaris dan Direksi TASPEN, Direksi Anak Perusahaan, pimpinan unit kerja Kantor Pusat, Branch Manager, hingga insan TASPEN dari seluruh Indonesia secara luring dan daring.
Komisaris Utama TASPEN, Fary Djemy Franscis, menegaskan penguatan GRC harus dibarengi kemampuan organisasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Menurutnya, pelayanan kepada peserta menuntut ketelitian dan koordinasi yang jarang terlihat.
"Di balik hak peserta yang dibayarkan tepat waktu, ada ketelitian, koordinasi, dan pengabdian yang sering tidak terlihat. Terima kasih, karena Bapak dan Ibu Insan TASPEN telah menghadirkan kepastian bagi jutaan keluarga," ujar Fary.
Pernyataan itu menjadi penekanan bahwa organisasi perlu tangguh menghadapi perubahan tanpa mengorbankan amanah kepada peserta. Dinamika bisnis yang bergerak cepat, percepatan digitalisasi, dan transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia membuat GRC bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan alat untuk menangkap peluang dan menjaga ketahanan bisnis.
Komitmen TASPEN pada tata kelola perusahaan membuahkan hasil konkret. Perusahaan kembali meraih predikat Most Trusted Company dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI). TASPEN juga mencatatkan skor asesmen Good Corporate Governance sebesar 99,191 dengan predikat sangat baik.
Hasil itu diperkuat GRC Maturity Assessment yang berada pada level Proactive. Pencapaian tersebut menunjukkan pengelolaan risiko dan tata kelola berjalan lebih terstruktur serta proaktif, bukan sekadar responsif terhadap masalah yang muncul.
TGIF 2026 diposisikan sebagai ruang strategis bagi insan TASPEN dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman GRC. Forum ini menghubungkan prinsip tata kelola dengan upaya menangkap peluang usaha, memperkuat ketahanan bisnis, dan mendukung transformasi perusahaan yang berkelanjutan.
Bagi peserta program pensiun dan jaminan sosial ASN, penguatan GRC berdampak langsung pada kepastian pembayaran hak. Skor tata kelola yang tinggi juga menjadi sinyal positif bagi pemangku kepentingan bahwa pengelolaan dana peserta berjalan dengan standar yang ketat.
Pencapaian skor 99,191 dan level Proactive menjadi modal TASPEN memperkuat perannya dalam ekosistem dana pensiun nasional. Tantangan ke depan terletak pada menjaga konsistensi tata kelola di tengah transformasi BUMN dan percepatan digitalisasi layanan.