Prodi THP Unpatti Ambon Gelar Bimtek CPL Digital, 3 Dosen Jadi Narasumber Evaluasi Kurikulum OBE

Penulis: Tedy Rustandi  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:15:31 WIB
Dosen mengikuti bimbingan teknis pengukuran dan evaluasi CPL digital di Ruang Seminar FPIK Unpatti, Ambon.

AMBON — Program Studi S1 Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis pengukuran serta evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara digital bagi para dosen. Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar FPIK Unpatti, Ambon, dengan menghadirkan instruktur asesmen pembelajaran digital Dr. Bruri Melky Laimeheriwa, S.Pi., M.Si. sebagai narasumber utama.

Materi yang disampaikan mencakup mekanisme teknis pengukuran dan evaluasi CPL lewat sistem digital. Tujuannya memperkuat pemahaman dosen agar proses penilaian capaian pembelajaran berjalan terstruktur, bukan sekadar melengkapi berkas akreditasi.

Pemahaman Kurikulum, RPS, dan CPL Harus Utuh

Wakil Dekan Bidang Akademik FPIK Unpatti Dr. Ir. Simon Tubalawony, M.Si. menilai peningkatan kompetensi dosen dalam proses pembelajaran menjadi syarat agar pelaksanaan kurikulum sesuai capaian yang ditetapkan. Menurut dia, dosen perlu memahami keterkaitan antara kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), CPL, dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

"Penyusunan kurikulum dan pelatihan RPS yang telah dilaksanakan sebelumnya perlu ditindaklanjuti dengan sosialisasi dan pemahaman yang menyeluruh kepada seluruh dosen," kata Simon.

Ia menegaskan dosen tidak cukup hanya memegang dokumen kurikulum dan RPS. Yang lebih penting, keduanya harus benar-benar diterapkan dalam perkuliahan sehingga setiap mata kuliah memberi kontribusi terhadap pencapaian CPL program studi.

Pengukuran CPL Bukan Sekadar Kebutuhan Akreditasi

Simon menyoroti kecenderungan pengukuran CPL yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan administrasi atau akreditasi. Menurutnya, pengukuran CPL semestinya menjadi bagian dari evaluasi proses pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa mencapai kompetensi yang ditetapkan kurikulum.

"Penerapan sistem pengukuran CPL secara digital diharapkan dapat membantu dosen memantau capaian pembelajaran secara lebih terukur," ujarnya.

Hasil pengukuran itu, lanjut Simon, bisa dipakai sebagai dasar mengevaluasi dan menyempurnakan proses maupun kurikulum pembelajaran. Ia tetap menekankan kreativitas, inovasi, dan pendekatan humanis dosen dalam mendorong mahasiswa mencapai kompetensi yang ditargetkan, tanpa mengabaikan standar mutu akademik.

OBE Harus Terlihat di Ruang Kelas, Bukan Hanya di Dokumen

Koordinator Program Studi THP FPIK Unpatti Dr. Meigy Nelce Mailoa, S.Pi., M.Si. menyebut pendampingan pengukuran CPL dan penyusunan RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian penting penguatan mutu pembelajaran di program studinya. Menurut dia, penerapan OBE tidak berhenti pada penyusunan dokumen kurikulum, tetapi harus tampak dalam proses pembelajaran dan bisa diukur hasilnya.

"Kegiatan ini penting untuk memastikan implementasi kurikulum berbasis OBE tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran dan dapat diukur ketercapaiannya," ujar Meigy.

Ia menjelaskan penerapan OBE menuntut keterkaitan yang jelas antara CPL, CPMK, Sub-CPMK, metode pembelajaran, dan instrumen asesmen. Karena itu, setiap dosen perlu memiliki pemahaman yang sama saat menerjemahkan CPL ke dalam CPMK dan Sub-CPMK, lalu menuangkannya ke RPS, proses pembelajaran, hingga asesmen.

Hasil Pengukuran Jadi Dasar Tindak Lanjut Kompetensi

Meigy menyatakan hasil pengukuran CPL dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui capaian mahasiswa sekaligus menentukan tindak lanjut terhadap kompetensi yang belum tercapai optimal. Harapannya, kegiatan ini menyamakan persepsi dan memperkuat pemahaman para dosen dalam pengukuran CPL dan penyusunan RPS berbasis OBE.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menyamakan persepsi dan memperkuat pemahaman para dosen dalam pengukuran CPL dan penyusunan RPS berbasis OBE, sehingga implementasi kurikulum dapat berjalan lebih terarah, terukur dan berkelanjutan," katanya.

Penguatan implementasi OBE disebut menjadi bagian dari upaya Program Studi THP meningkatkan mutu akademik. Sekaligus memastikan proses pembelajaran membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top