MALUKU — Kementerian Sosial memperluas uji coba digitalisasi bansos 2026 untuk registrasi ulang seluruh penerima bantuan sosial, dengan verifikasi data yang terhubung ke basis data tanah, kendaraan bermotor, pelanggan listrik, dan Dukcapil. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan data penerima kini lebih rapi dibanding satu hingga dua tahun lalu, namun ia mengakui akurasinya belum sepenuhnya tercapai. Masyarakat yang ingin mengajukan atau memperbarui status penerimaan dapat mengakses layanan digital perlinsos.kemensos.go.id yang sudah dibuka secara nasional.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa konsolidasi data penerima bantuan sosial terus berjalan sejak 2025 melalui berbagai saluran. Perbaikan ini menjadi dasar penyaluran perlindungan sosial agar bantuan diterima keluarga yang memenuhi sasaran.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, saat menghadiri Dialog Penguatan dan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan langkah untuk memperbaiki data sebagai dasar penyaluran perlindungan sosial.
Saifullah menegaskan perbaikan data masih membutuhkan waktu. Menurut dia, data penerima saat ini relatif lebih aman dibanding satu hingga dua tahun sebelumnya, tetapi tingkat akurasinya belum sepenuhnya tercapai.
"Apakah sekarang sudah akurat? Belum, masih butuh proses. Masih perlu waktu. Tetapi, dibanding dengan 2 tahun yang lalu, dengan 1 tahun yang lalu, data kita sekarang lebih aman," katanya di Semarang.
Ia menekankan ketepatan data menentukan siapa yang menerima bantuan. "Kalau datanya akurat pasti kita akan menyalurkan kepada orang yang tepat atau keluarga yang tepat. Tapi kalau datanya salah maka tentu kita akan menyalurkan kepada orang yang salah," ujarnya.
Melalui program strategis digitalisasi bansos, pemerintah berharap dapat melakukan registrasi ulang terhadap seluruh penerima bantuan sosial. Langkah ini diharapkan memperbarui data penerima agar penyaluran semakin tepat sasaran.
"Di mana dengan digitalisasi bansos ini kita harapkan bisa meregistrasi ulang, mendaftar ulang seluruh penerima bansos," kata Gus Ipul.
Kemensos juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan permohonan perlindungan sosial. Pengajuan diproses melalui sistem yang terhubung dengan sejumlah basis data pemerintah, antara lain informasi kepemilikan tanah, kendaraan bermotor, pelanggan listrik, serta data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
"Nanti sistem yang akan menjawab, apakah seseorang memenuhi syarat dan dinyatakan layak untuk menerima bansos atau tidak? Nah ini adalah hal yang baru dan memerlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat," kata Saifullah.
Kemensos menyediakan dua jalur pendataan dan pengajuan perlindungan sosial. Jalur pertama melalui pemerintah, mulai dari tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), hingga pemerintah pusat. Jalur kedua mengandalkan partisipasi masyarakat di luar jalur pemerintahan untuk menjangkau calon penerima bantuan.
Mekanisme tersebut telah diuji coba di Banyuwangi. Dari uji coba itu, 60% masyarakat melakukan registrasi ulang sekaligus mengajukan bansos. Sebanyak 10% mendaftar secara mandiri, sedangkan sisanya memperoleh bantuan dari agen bantuan sosial atau perlindungan sosial (perlinsos).
"Karena tidak semua masyarakat memiliki smartphone. Atau yang kedua, dia memiliki smartphone mungkin enggak ngerti cara. Atau yang ketiga, dia punya smartphone dan ngerti caranya tetapi tidak percaya diri untuk mendaftar," kata Saifullah.
Kemensos menilai keberadaan agen perlinsos masih diperlukan karena tidak semua warga punya perangkat atau kemampuan mengakses layanan digital secara mandiri. Sebagian warga juga butuh pendampingan agar lebih percaya diri saat mengajukan permohonan bantuan.
Pada tahap awal pelaksanaan program, Kemensos membutuhkan relawan yang bersedia membantu masyarakat di sekitarnya memasukkan data ke dalam sistem layanan digital bansos. Uji coba yang sebelumnya dilakukan di Banyuwangi kini diperluas ke sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Kota Semarang.
Layanan digital melalui laman perlinsos.kemensos.go.id disebut sudah dapat diakses secara nasional. Perluasan uji coba dan keterlibatan relawan diharapkan membantu masyarakat mengakses layanan sekaligus mendukung perbaikan data penerima bantuan sosial.
Masyarakat yang ingin mengajukan permohonan atau memperbarui data dapat memanfaatkan kanal resmi Kemensos. Informasi lengkap mengenai syarat, jadwal, dan bank penyalur dapat diakses melalui laman perlinsos.kemensos.go.id atau kantor dinas sosial setempat. Waspadai pihak yang menawarkan jasa pengurusan bansos dengan memungut biaya, karena seluruh layanan pendaftaran resmi tidak dipungut bayaran.