AMBON — Peringatan dini disampaikan menyusul hasil observasi sepekan terakhir yang menunjukkan asap tipis hingga sedang membatasi jarak pandang di Maluku. Sebanyak 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi pada 22 Oktober, seluruhnya berada di wilayah Buru.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, Kamari, menyebut akumulasi asap di berbagai daerah Maluku terpantau semakin pekat sejak tanggal tersebut.
"Pada tanggal tersebut, wilayah Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, Buru Selatan, Kepulauan Aru, hingga Kepulauan Tanimbar bagian utara sempat diselimuti asap yang cukup tebal pada pagi hari dengan jarak pandang di bawah lima kilometer," kata Kamari, Jumat (23/10/2026).
Analisis citra satelit menunjukkan sebagian besar kabut asap yang mencemari udara Maluku bukan berasal dari dalam daerah. Arah angin yang bertiup dari timur hingga selatan membawa sebaran asap dari luar wilayah.
"Titik panas yang terdeteksi di wilayah Maluku tanggal 22 Oktober tercatat sebanyak 11 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi yang semuanya berada di wilayah Buru," ungkap Kamari.
Pantauan citra satelit Himawari 9 SM memperlihatkan asap yang masuk ke Maluku sebagian besar bersumber dari Provinsi Papua Selatan, khususnya Merauke. Sebagian kecil lainnya berasal dari kebakaran atau titik panas di Pulau Seram dan Pulau Buru.
Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon memprakirakan potensi asap kategori sedang masih terjadi di sejumlah wilayah Maluku selama sepekan, terhitung 23 hingga 29 Oktober 2026. Wilayah tersebut meliputi:
Kamari menyarankan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menutup jendela rumah apabila asap terasa semakin pekat. Kelompok rentan diminta mengurangi kegiatan luar ruangan.
"Bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan, sangat dianjurkan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan," ujarnya.
Pengguna jalan raya, pelaku jasa transportasi laut, dan maskapai penerbangan diminta waspada terhadap potensi penurunan jarak pandang signifikan. Warga juga diimbau memperbarui informasi cuaca melalui situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG di telepon pintar.