Pencarian

Vozinha Sebut Ketenaran Piala Dunia Rampas Ketenangan Hidupnya

Senin, 28 September 2026 • 21:17:31 WIB
Vozinha Sebut Ketenaran Piala Dunia Rampas Ketenangan Hidupnya
Kiper Cape Verde, Vozinha, merayakan penampilannya di Piala Dunia.

MALUKU — Kiper Cape Verde, Vozinha, mengaku merindukan ketenangan hidup sebelum namanya melambung berkat penampilan heroik di Piala Dunia. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu kini jadi sorotan global setelah menahan imbang Spanyol 0-0 dan memaksa Argentina bermain hingga babak tambahan.

Vozinha menjadi salah satu nama paling mengejutkan di gelaran Piala Dunia edisi terbaru. Debut Cape Verde di turnamen tersebut berjalan dramatis ketika mereka menahan juara Eropa, Spanyol, dengan skor 0-0. Penampilan gemilang Vozinha di bawah mistar gawang membuatnya nyaris tak terbobol sepanjang laga.

Popularitasnya meledak dalam sekejap. Jumlah pengikutnya di media sosial melonjak dari sekitar 50.000 menjadi lebih dari satu juta hanya dalam kurun satu pertandingan. Puncaknya terjadi saat Cape Verde melawan Argentina di babak 32 besar, di mana tim juara dunia itu butuh waktu tambahan untuk menyingkirkan mereka.

Pengakuan Vozinha soal Kehilangan Privasi

Di balik kesuksesan itu, Vozinha mengaku harus membayar harga mahal. Ia merasa kehilangan ruang pribadi yang selama ini ia nikmati. "Saya kehilangan kedamaian dan ketenangan," ujarnya kepada The Observer.

"Saya tidak lagi punya privasi, atau setidaknya jauh lebih sedikit dari sebelumnya," lanjutnya. "Sekarang kalau saya keluar, pergi ke restoran, selalu ada saja yang ingin foto bersama atau minta tanda tangan. Atau lebih parah, ada yang merekam saya diam-diam."

Vozinha menegaskan bahwa perubahan itu jadi hal paling signifikan dalam hidupnya. Ia mengaku tak tahu harus berbuat apa untuk mengembalikan kondisi seperti semula.

Kisah Ibu Vozinha yang Ikut Jadi Sorotan

Ketenaran Vozinha merembet ke keluarganya. Ibunya sempat menjadi bagian dari cerita indah Piala Dunia ketika Vozinha mengungkap bahwa sang ibu tak mampu membeli visa untuk menonton laga debutnya. Ketua Minoritas DPR Amerika Serikat, Hakeem Jeffries, kemudian mengumumkan bahwa biaya visa tersebut dibebaskan.

Kini ibunya dikunjungi penggemar setiap hari. Banyak yang datang hanya untuk berbicara atau berfoto bersama. Vozinha menyebut situasi itu sebagai konsekuensi yang tak terhindarkan dari popularitas.

Pilih Hidup Lama daripada Sorotan

Meski namanya kini mendunia, Vozinha tak ragu menyatakan preferensinya. "Banyak orang ingin terkenal dan punya profil publik, tapi mereka hanya melihat sisi positifnya," kata dia. "Kalau jujur, jika saya ditawari hidup seperti sekarang atau hidup saya yang dulu, saya pilih yang dulu."

Penampilannya bersama Cape Verde, negara kepulauan Afrika Barat berpenduduk 525.000 jiwa, mengantarkannya pada nominasi kiper putra terbaik di ajang Ballon d'Or. Pencapaian itu dianggap luar biasa untuk negara kecil dengan sejarah sepak bola yang belum panjang.

Vozinha Ingin Momentum untuk Bangsa

Vozinha menolak mengklaim kesuksesan itu sebagai miliknya sendiri. Ia menekankan bahwa apa yang diraih Cape Verde adalah hasil kerja kolektif seluruh tim. "Senang rasanya merasa seperti semacam duta, tapi saya ingin tegaskan bahwa yang kami capai adalah usaha bersama," ucapnya.

Ia berharap momentum Piala Dunia bisa dimanfaatkan untuk pembangunan negaranya. "Kami membuat sejarah dan kabar terbaik adalah jika kami bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan negara dan meningkatkan taraf hidup rakyat kami," pungkas Vozinha.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks