NAMLEA — Kapolres Buru AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat usai ibadah di Gereja Imanuel Namlea. Kehadirannya menjadi bagian dari program Minggu Kasih yang digagas Kapolri untuk merapatkan jarak Polri dengan warga. Sekitar 130 jemaat mengikuti ibadah yang dipimpin Pendeta Senda Yunieta Kobrua Peea, S.Th., tersebut.
Dalam forum itu, Kapolres menegaskan bahwa keberagaman agama, suku, adat istiadat, dan budaya di Kabupaten Buru merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Menurutnya, sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis menjadi kunci stabilitas wilayah, khususnya di Kota Namlea.
Keamanan Bukan Tugas Polisi Semata
AKBP Andi Zulkifli menyatakan bahwa situasi kamtibmas yang kondusif membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Polisi, katanya, tidak bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi aktif warga di lingkungan masing-masing.
"Dalam menjaga situasi kamtibmas, kami membutuhkan kerja sama dari seluruh masyarakat. Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan antarsesama," ujar Kapolres.
Ia juga menekankan posisi Polri sebagai pelayan masyarakat, bukan pihak yang dilayani. Seluruh personel diingatkan agar memberi pelayanan cepat, tanggap, humanis, dan profesional terhadap setiap kebutuhan warga.
Layanan 110 dan Imbauan Bijak Bermedia Sosial
Jemaat diminta tidak ragu menghubungi layanan Kepolisian 110 bila membutuhkan bantuan atau melaporkan gangguan keamanan. Layanan tersebut disebut sebagai salah satu sarana memperoleh respons cepat dari kepolisian.
Kapolres juga mengingatkan warga agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran hoaks, menurutnya, dapat memicu kesalahpahaman hingga perselisihan di tengah masyarakat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Pastikan kebenarannya terlebih dahulu, sehingga kita tidak ikut menyebarkan hoaks yang dapat memicu keributan di tengah masyarakat," pesannya.
Pendekatan Kekeluargaan dan Restorative Justice
Dalam kesempatan itu, Kapolres menjelaskan bahwa Polri terus mengupayakan penyelesaian sejumlah permasalahan melalui pendekatan kekeluargaan dan restorative justice sesuai ketentuan berlaku. Masyarakat diajak mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan pertimbangan bersama dalam menyelesaikan persoalan.
Namun ia menegaskan, proses hukum tetap dijalankan apabila memang diperlukan. Pendekatan humanis tidak dimaksudkan menggantikan jalur hukum, melainkan melengkapi upaya penyelesaian yang lebih berkeadilan bagi semua pihak.
Semangat "Polisi Bersama Masyarakat"
Menutup penyampaiannya, Kapolres mengajak seluruh jemaat memperkuat komitmen membangun hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat. Tagline "Polisi Bersama Masyarakat" menjadi penegasan bahwa keamanan tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat.
Kepercayaan, kepedulian, dan partisipasi aktif warga dinilai sama pentingnya dalam menjaga lingkungan masing-masing. Kegiatan Minggu Kasih disebut membuka ruang komunikasi dua arah antara kepolisian, tokoh agama, dan jemaat untuk menyampaikan aspirasi maupun permasalahan terkait kamtibmas.
Kehadiran langsung Kapolres Buru bersama pejabat utama, personel Polres Buru, serta personel Brimob Kompi III Batalyon A Pelopor mencerminkan komitmen Polri membangun kepercayaan publik melalui pendekatan humanis dan dialogis.