Sekda Maluku Dorong Literasi Digital Guru Lewat Program INOVASI Fase 3

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 15:13:40 WIB
Sekda Maluku Sadali Ie memimpin Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Fase 3 di Ambon.

AMBON — Pemerintah Provinsi Maluku mulai memetakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui penguatan ekosistem daerah. Agenda ini dibahas dalam Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Fase 3 yang berlangsung di Hotel Santika Ambon.

Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali Ie, menyatakan bahwa tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi. Pemerintah daerah kini memprioritaskan peningkatan kompetensi guru agar tidak tertinggal dalam arus globalisasi yang serba digital.

Fokus Literasi Digital dan Kompetensi Tenaga Pendidik

Sadali menekankan bahwa guru dan tenaga kependidikan di Maluku wajib memiliki kemampuan literasi digital yang mumpuni. Hal ini menjadi kunci utama agar proses transfer ilmu di dalam kelas tetap relevan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan teknologi terkini.

"Tantangan terbesar yang akan kita hadapi adalah bagaimana memastikan guru dan tenaga kependidikan melek teknologi. Saya berharap Program INOVASI Fase 3 dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran," tegas Sadali Ie saat memberikan sambutan resmi.

Selain aspek teknologi, penguatan literasi, numerasi, dan karakter tetap menjadi fondasi utama. Keberhasilan pada jenjang pendidikan dasar dianggap sebagai penentu kualitas sumber daya manusia Maluku pada jenjang pendidikan berikutnya.

Sinergi Pendidikan Indonesia-Australia di Maluku

Program INOVASI merupakan bentuk kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia. Kerja sama ini dinilai memberikan kontribusi nyata dalam mendorong perubahan positif pada sektor pendidikan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis seperti Maluku.

"Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Maluku, saya mengapresiasi semangat kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang diwujudkan melalui Program INOVASI," ungkapnya.

Program ini juga terintegrasi dengan inisiatif lain seperti SKALA dan Inklusi. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempersiapkan masyarakat Maluku dalam menghadapi tantangan global serta menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkeadilan bagi seluruh anak.

Daftar Instansi yang Terlibat dalam Penguatan Kurikulum

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari tingkat kementerian hingga pimpinan daerah di Maluku. Kehadiran mereka mempertegas komitmen kolektif dalam membenahi kualitas pembelajaran di Bumi Raja-Raja.

Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga yang hadir dalam pertemuan ini antara lain:

  • Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek, Prof. Dr. Toni Toharudin.
  • Perwakilan Pemerintah Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, dan Maluku Tenggara.
  • Perwakilan DFAT Laila Yudiati dan Wakil Direktur Program INOVASI Ingga Vistara.
  • Ketua Tim Penasehat Strategis Independen, Mr. Laurent.
  • Akademisi dari Universitas Pattimura dan UIN A.M. Sangadji.
  • Lembaga teknis seperti Balai Guru Penggerak, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, hingga Balai Bahasa.

Melalui penguatan komitmen lintas sektor ini, Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan adanya perbaikan hasil belajar siswa secara signifikan. Sinergi antar tingkat pemerintahan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di sektor pendidikan.

Reporter: Ujang Rahmat
Back to top