AMBON — Event Pattimura Big Fight 2026 tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk regenerasi petinju Maluku. Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mendorong agar momentum ini dimanfaatkan untuk menjaring bibit-bibit muda potensial dari berbagai daerah di Maluku.
Menurut BGW, persiapan Pattimura Big Fight 2026 harus dibarengi dengan pembinaan dari tingkat bawah. Ia meminta agar seleksi di tingkat lokal terus dilakukan untuk mencari generasi penerus petinju Maluku.
“Saya meminta agar seleksi di tingkat daerah dan lokal terus dilakukan untuk mencari bibit-bibit muda petinju Maluku. Ini penting sebagai upaya melahirkan pewaris dunia tinju dan olahraga Maluku ke depan,” ujar BGW di Ambon, Selasa (19/5/2026).
BGW menegaskan, DPRD Maluku memberikan apresiasi tinggi kepada delegasi tinju yang hadir, yakni Yance dan Tony Refra, yang disebut sebagai promotor di balik rencana besar ini. Ia menilai event tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan tinju amatir maupun profesional di Maluku.
“Kami sebagai wakil rakyat sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada delegasi tinju yang datang, Pak Yance dan Pak Tony Refra. Pattimura Big Fight 2026 ini menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia tinju amatir maupun profesional di Maluku,” katanya.
Lebih dari sekadar laga di atas ring, penyelenggaraan Pattimura Big Fight 2026 diharapkan mampu menjadi etalase bagi potensi atlet daerah di tingkat nasional hingga internasional. Kehadiran langsung BGW di Jakarta pada 29 Mei 2026 nanti menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung event tersebut.
BGW juga memberikan apresiasi kepada panitia, promotor, dan co-promotor yang telah mempersiapkan penyelenggaraan ajang tinju internasional ini. Ia memastikan akan menghadiri langsung pertandingan yang rencananya digelar di Jakarta tersebut.