BACAN — Tim teknis dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap instalasi kelistrikan di Bandara Oesman Sidik. Pemeriksaan ini mencakup sistem distribusi, panel listrik, hingga perangkat proteksi untuk memastikan seluruh infrastruktur siap menerima tambahan daya secara aman.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung fasilitas publik yang menjadi objek vital. “PLN terus berupaya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal untuk mendukung aktivitas masyarakat maupun operasional fasilitas strategis daerah, termasuk sektor transportasi udara,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Ambon.
Kenaikan daya dari kapasitas sebelumnya menjadi 147 kVA dinilai krusial untuk mengoperasikan berbagai peralatan bandara. Mulai dari sistem navigasi penerbangan, penerangan landasan pacu, hingga layanan penunjang bagi penumpang di terminal.
Kepala Bandara Oesman Sidik, M. Hariddin, menyambut baik langkah PLN. Menurutnya, pasokan listrik yang stabil adalah syarat mutlak bagi kelancaran operasional bandara di wilayah kepulauan seperti Halmahera Selatan. “Penambahan daya listrik ini sangat penting untuk mendukung fasilitas operasional bandara, mulai dari sistem navigasi, penerangan, hingga layanan penunjang lainnya,” katanya.
Dalam proses verifikasi, tim PLN tidak hanya memeriksa kapasitas trafo dan kabel, tetapi juga memastikan sistem proteksi terhadap arus pendek dan beban lebih berfungsi optimal. Hal ini untuk mengantisipasi potensi gangguan yang bisa menghambat operasional penerbangan.
PLN menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pendampingan kepada pelanggan strategis. Selain memastikan keandalan, langkah ini juga bertujuan menjaga standar keselamatan instalasi listrik di lingkungan bandara.
Bandara Oesman Sidik merupakan salah satu pintu masuk utama ke kawasan industri dan wisata di Halmahera Selatan. Dengan pasokan listrik yang lebih andal, frekuensi penerbangan dan kualitas layanan diharapkan meningkat, yang pada akhirnya mendorong aktivitas ekonomi dan distribusi logistik antar pulau.
Noer Soeratmoko menambahkan, dukungan kelistrikan yang optimal akan memperkuat konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Maluku Utara secara keseluruhan. “Dukungan kelistrikan yang optimal diharapkan dapat menunjang konektivitas dan pertumbuhan wilayah di Maluku dan Maluku Utara,” pungkasnya.