MALUKU — Konsulat RI di Songkhla, Thailand, mengambil bagian dalam Festival Pakaian Melayu tahunan yang digelar Pemerintah Kota Yala, Provinsi Yala, bulan lalu. Ajang yang memasuki edisi kelima ini dibuka resmi oleh Gubernur Yala Kongsakun Chantarach dan dihadiri korps diplomatik, desainer, serta pelaku industri kreatif dari Thailand selatan, Malaysia, dan Indonesia.
Menurut Konsul Winardi, partisipasi dalam festival ini merupakan bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia di Thailand selatan. "Bagi Konsulat Republik Indonesia di Songkhla, festival ini bermakna tidak hanya sebagai perayaan budaya Melayu, tetapi juga sebagai cerminan dari ikatan sejarah dan identitas budaya Melayu bersama di antara Indonesia, Malaysia dan Thailand," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (4/6).
Ia berharap kerja sama seni-budaya semacam ini terus memperkuat hubungan antarmasyarakat ketiga negara. Festival ini, lanjutnya, menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan seni-budaya antarnegara serumpun di kawasan Asia Tenggara.
Pakaian Melayu 2026 menampilkan busana yang memadukan identitas budaya Melayu dari tiga negara dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan tradisi. Sejumlah desainer Indonesia turut menyumbangkan desain bahan, motif kain, dan rancangan busana siap-pakai dalam rangkaian festival.
Konsulat RI Songkhla tidak hanya mendirikan booth pameran untuk menampilkan produk budaya Melayu Nusantara. Dukungan penuh juga diwujudkan melalui penampilan khusus Ketua Dharma Wanita Persatuan Konsulat RI Songkhla yang mengenakan busana Melayu khas Indonesia berpadu sentuhan modern pada pagelaran utama.
Kota Yala, yang berlokasi sekitar 140 kilometer di tenggara Kota Songkhla, mengklaim diri sebagai "Pusat Busana Melayu" di kawasan Thailand selatan. Pemerintah setempat tengah mengintensifkan produksi garmen berbasis prinsip keberlanjutan (sustainability), ekonomi sirkuler, keotentikan, dan subkultur yang digerakkan anak muda (youth-driven subculture).
Provinsi Yala merupakan salah satu dari 14 provinsi dalam wilayah kerja Konsulat RI di Songkhla. Keikutsertaan dalam festival ini dinilai efektif untuk memperkuat people-to-people contact melalui promosi budaya dan industri kreatif Indonesia di kawasan tersebut.