AMBON — Anos Yeremias menyampaikan hal tersebut di Ambon, Senin (20/7/2026). Menurutnya, keberhasilan proyek raksasa ini tidak hanya diukur dari nilai investasi atau produksi gas, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat Maluku.
Skema Pelatihan Berbasis Industri untuk Warga Lokal
Anos mendorong penyelenggaraan program yang terintegrasi mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan berbasis industri, magang, hingga sertifikasi kompetensi. Ia menekankan bahwa pembinaan harus berkelanjutan agar generasi Maluku mampu memenuhi standar ketat yang dibutuhkan sektor minyak dan gas.
“Blok Masela memang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tinggi. Standar keselamatan, sertifikasi, hingga pengalaman kerja merupakan kebutuhan industri yang tidak bisa diabaikan. Namun, kondisi itu tidak boleh dijadikan alasan untuk mengesampingkan tanggung jawab membangun kapasitas SDM Maluku,” tegasnya.
Rekrutmen Terbuka dan Bertahap
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, politisi itu juga meminta proses rekrutmen tenaga kerja lokal dilakukan secara terbuka dan terencana. Rekrutmen harus berjalan bertahap seiring meningkatnya kompetensi masyarakat setempat.
“Jangan sampai proyek besar ini berdiri di wilayah Maluku, tetapi manfaat utamanya justru lebih banyak dinikmati oleh pihak lain. Anak-anak Maluku harus menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri,” ujar Anos.
Blok Masela sebagai Motor Ekonomi Daerah
Menurut Anos, Blok Masela harus menjadi kebanggaan masyarakat Maluku sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Ia berharap proyek ini mampu memberikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal melalui kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, dan tumbuhnya usaha lokal.
“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku mendapatkan manfaat nyata melalui kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, tumbuhnya usaha lokal, dan meningkatnya kesejahteraan,” pungkasnya.