AMBON — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon kembali menggelar pembinaan kerohanian bagi anak binaan beragama Kristen. Kegiatan berupa penyuluhan ini berlangsung di Gereja Taman Doa LPKA pada Rabu (10/6) dan menghadirkan penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Ambon, Alfananti.
Dalam materinya, Alfananti mengajak anak binaan untuk membangun hubungan lebih dekat dengan Tuhan. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri melalui pertobatan dan penguatan iman.
“Anak-anak perlu memahami bahwa pengampunan merupakan wujud kasih Tuhan yang memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” jelas Alfananti di hadapan para peserta.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dijalankan LPKA Ambon. Tujuannya, menumbuhkan kesadaran anak binaan untuk memperbaiki diri serta menghayati makna pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala LPKA Kelas II Ambon, Manuel Yenusi, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan aspek penting dalam proses pembentukan karakter anak binaan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga membentuk sikap hidup positif.
“Pembinaan kerohanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan di LPKA Ambon. Melalui kegiatan ini, kami berharap Anak Binaan semakin memahami nilai-nilai keimanan, memiliki sikap hidup yang positif, serta termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Manuel.
Salah seorang anak binaan berinisial D mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti penyuluhan. Ia merasa kegiatan ini membantunya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan bertekad memperbaiki diri.
“Melalui kegiatan ini saya belajar untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan berusaha memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
LPKA Kelas II Ambon berkomitmen melanjutkan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu membentuk anak binaan yang memiliki karakter positif, pemahaman spiritual yang baik, serta siap kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah masa pembinaan selesai.