JAKARTA — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara industri musik, teknologi digital, dan layanan keuangan sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, sinergi ini sejalan dengan misi kementerian dalam memperkuat infrastruktur komersial industri musik dan memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif.
Irene menuturkan, festival musik berskala besar berkontribusi langsung terhadap penciptaan nilai tambah ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan rantai nilai industri kreatif. Integrasi antara pertunjukan musik, teknologi digital, dan layanan keuangan digital diharapkan mampu memperluas peluang usaha serta mendukung ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru nasional.
"Sinergi seperti ini menunjukkan bagaimana inovasi digital dapat memperluas akses pasar, meningkatkan pengalaman audiens, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk musisi dan pelaku usaha pendukungnya," ujar Irene dalam keterangan yang diterima ANTARA, Senin.
Irene mengapresiasi gelaran Allo Bank Festival 2026 yang digelar Sabtu lalu sebagai contoh nyata kolaborasi lintas sektor. Festival musik tahunan berkonsep all-in-one ini telah berlangsung sejak 2022 dan memadukan konser musik, area kuliner, serta berbagai aktivitas interaktif.
Festival tersebut berhasil menarik sekitar 15 ribu pengunjung dan melibatkan 15 gerai UMKM. Acara ini menghadirkan musisi lintas genre dan segmen pasar, mulai dari pop, dangdut, hingga K-pop global.
Wamenekraf menegaskan, pertumbuhan industri festival musik komersial harus dibarengi dengan proteksi dan penguatan nilai ekonomi yang adil bagi seluruh pekerja seni. Festival besar seperti Allo Bank Festival diharapkan menjadi standardisasi baru dalam hal tata kelola panggung, promosi, hingga hilirisasi produk musik yang berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri festival musik komersial ini juga dibarengi dengan proteksi dan penguatan nilai ekonomi yang adil bagi seluruh pekerja seni di dalamnya. Festival besar ini harus menjadi standardisasi baru dalam hal tata kelola panggung, promosi, hingga hilirisasi produk musik yang berkelanjutan," tambahnya.