PLN Latih 82 Warga Hative Besar Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Dukung Ekonomi Rumah Tangga

Penulis: Pandu Wibisono  •  Senin, 29 Juni 2026 | 20:41:31 WIB
PLN UIW MMU melatih 82 warga Hative Besar mengelola sampah organik menjadi eco enzyme.

AMBON — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menggandeng warga Hative Besar dalam pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, perusahaan energi itu menggelar pelatihan pembuatan eco enzyme selama dua hari di Kantor Negeri Hative Besar, 22-23 Juni 2026.

General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. “Program ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta penguatan perilaku hidup ramah lingkungan,” ujarnya.

Pelatihan Dua Hari: Dari Teori hingga Produk Turunan

Sebanyak 82 peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang terdiri dari ibu rumah tangga perwakilan 28 RT, Ketua Pokja PKK, staf Pemerintah Negeri, serta perwakilan guru sekolah dasar negeri. Hari pertama diisi pemahaman konsep dan manfaat eco enzyme dalam mengelola limbah organik rumah tangga.

Hari kedua, peserta langsung praktik pembuatan enzyme buah dan produk turunannya, seperti sabun cair dan sabun batang. Narasumber I Wayan Yuli Ekayani, seorang penggiat eco enzyme, memandu peserta dari pengenalan dasar hingga praktik pengolahan.

RT 003/RW 002 Jadi Lokasi Percontohan Binaan

PLN tidak hanya memberikan pelatihan. RT 003/RW 002 Hative Besar ditetapkan sebagai lokasi percontohan binaan. Di wilayah itu, PLN telah menyalurkan tiga unit tempat sampah ukuran 240 liter dan enam tong komposter. Pendampingan juga diberikan kepada 41 kepala keluarga sejak awal Juni 2026.

Hasilnya, terbentuk kelompok pemberdayaan ibu-ibu dan pemuda yang aktif mengelola sampah organik dan anorganik. Rencananya, hasil pengolahan sampah dari kelompok ini akan ditampilkan dalam pameran pada Juli 2026 sebagai bentuk edukasi dan apresiasi kepada masyarakat.

Dampak: Mengurangi Ketergantungan pada TPA dan Membuka Peluang Ekonomi

Noer Soeratmoko menekankan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. “Pengelolaan sampah organik melalui eco enzyme merupakan contoh sederhana yang dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan, kesehatan, dan potensi ekonomi rumah tangga,” katanya.

Melalui praktik ini, masyarakat didorong mengurangi ketergantungan terhadap TPA. Selain lingkungan yang lebih bersih dan sehat, limbah organik yang diolah menjadi produk bernilai guna dapat mendukung ekonomi sederhana keluarga di tingkat komunitas.

PLN berharap program ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi menjadi pemicu perubahan perilaku di tingkat rumah tangga. Ibu rumah tangga diharapkan menjadi motor penggerak pengelolaan sampah mandiri dan berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top