Wakil Wali Kota Ambon Buka Pelatihan UMKM Perempuan, Kolaborasi Riset dan Pendidikan Jadi Andalan

Penulis: Pandu Wibisono  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 16:08:31 WIB
Wakil Wali Kota Ambon membuka pelatihan UMKM perempuan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi lokal.

AMBON — Ely Toisuta menyebut tema kegiatan, "Penguatan Kolaborasi Riset, Pendidikan, dan Pemberdayaan UMKM untuk Mendukung Pembangunan Wilayah Kepulauan," sangat pas dengan kondisi Maluku. Wilayah kepulauan ini punya potensi ekonomi besar, tapi pelaku UMKM masih berhadapan dengan sejumlah persoalan klasik.

Persoalan yang Membayangi UMKM Perempuan di Maluku

Dalam sambutannya, Ely memetakan setidaknya empat tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM, khususnya perempuan. Mulai dari keterbatasan akses pasar, lemahnya penguatan sumber daya manusia, minimnya pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan usaha yang belum berkelanjutan.

"Atas nama Pemerintah Kota Ambon, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan UMKM, khususnya perempuan di Maluku," ujar Ely.

Kolaborasi Tiga Lembaga Jadi Motor Penggerak

Pelatihan ini tidak digarap sendiri oleh Pemkot Ambon. Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Universitas Muhammadiyah Maluku, dan Kementerian UMKM RI ikut ambil bagian. Kolaborasi riset dan pendidikan itu diharapkan menjadi jembatan bagi pelaku UMKM perempuan untuk naik kelas.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan. Mulai dari strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan usaha, hingga pengembangan produk yang sesuai dengan permintaan pasar.

Mengapa Pelatihan Ini Urgen bagi Ekonomi Lokal?

UMKM menjadi tulang punggung ekonomi di Maluku. Namun, data di lapangan menunjukkan banyak pelaku usaha perempuan masih berjalan sendiri tanpa pendampingan yang memadai. Akibatnya, produk lokal kalah bersaing dengan produk dari luar daerah yang sudah lebih dulu mengadopsi teknologi.

Ely menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, melainkan dari dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan perluasan pasar. Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk terus mendorong program serupa secara berkala.

Apa Langkah Selanjutnya?

Setelah pelatihan, para peserta diharapkan bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat. Pemkot Ambon bersama mitra akan melakukan pendampingan lanjutan, termasuk memfasilitasi akses permodalan dan pemasaran produk ke platform digital.

Dengan kolaborasi riset dan pendidikan yang terus diperkuat, UMKM perempuan di Maluku diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama ekonomi di wilayah kepulauan.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top