AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara resmi mengukuhkan kepengurusan baru Perwosi Provinsi Maluku untuk periode 2025–2030 di Ambon, Senin. Organisasi yang menjadi wadah pembinaan olahraga perempuan ini diharapkan tidak sekadar menjalankan agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan atlet-atlet tangguh yang bersaing di level nasional dan internasional.
"Perwosi harus menjadi wadah yang mampu melahirkan perempuan-perempuan Maluku yang sehat, tangguh, dan berprestasi sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga di daerah ini," kata Hendrik di Ambon.
Menurutnya, konsolidasi organisasi menjadi langkah awal yang krusial. Perwosi diminta memperluas jangkauan pembinaan hingga ke kabupaten dan kota agar potensi atlet muda tidak terlewatkan. Dengan struktur yang solid, program pembinaan bisa berjalan berkesinambungan dan tidak berhenti di tingkat provinsi saja.
Hendrik mencontohkan capaian atlet atletik Gischa Imanuela Saimima yang berulang kali menyumbangkan medali emas bagi Maluku pada nomor lari 100 meter dan 200 meter di ajang nasional. Prestasi itu membuktikan bahwa Maluku memiliki bibit unggul yang siap bersaing jika mendapat pembinaan terarah.
"Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Maluku memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet perempuan berprestasi apabila didukung pembinaan yang terarah dan berkesinambungan," ujarnya.
Gubernur menegaskan keberhasilan Perwosi tidak bisa dicapai sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan media massa menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat dan berkelanjutan.
"Kolaborasi menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan sehingga pembinaan atlet perempuan dapat berjalan lebih optimal," jelas Hendrik.
Selain mengejar prestasi, Hendrik memandang olahraga sebagai instrumen strategis dalam pemberdayaan perempuan. Aktivitas fisik yang teratur mampu meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan kepercayaan diri.
"Perempuan yang sehat secara jasmani dan rohani akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Karena itu, olahraga harus menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia," katanya.
Hendrik berharap Perwosi Maluku bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengampanyekan gaya hidup sehat. Organisasi ini diharapkan mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebutuhan sehari-hari, bukan sekadar aktivitas musiman.
Pengukuhan pengurus Perwosi masa bakti 2025–2030 dilakukan oleh Ketua KONI Provinsi Maluku Sam Latuconsina. Hendrik optimistis melalui organisasi yang solid dan program berkesinambungan, Perwosi mampu mendorong lahirnya lebih banyak atlet perempuan yang mengharumkan nama Maluku di kancah nasional maupun internasional.