Universitas Pattimura dan PT Inpex Gelar Kuliah Tamu Teknik Elektro untuk Siapkan SDM Lokal Hadapi Proyek Masela

Penulis: Pandu Wibisono  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 16:32:31 WIB
Praktisi industri memaparkan penerapan teknik elektro dalam pembangunan fasilitas LNG darat di kuliah tamu Unpatti dan PT Inpex.

AMBON — Kuliah tamu yang digelar di Aula Rektorat Lantai II itu menghadirkan dua praktisi industri, Rachmat Arifin Mustafa dan Ardian Fandika, sebagai narasumber. Keduanya memaparkan penerapan teknik elektro dan manajemen proyek dalam pembangunan fasilitas LNG darat yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unpatti, Dr. Ruslan H.S. Tawari, S.Pi., M.Si., saat membuka acara menekankan pentingnya sistem kelistrikan yang andal dalam operasional fasilitas LNG. Menurutnya, proses pencairan gas hingga pengoperasian kompresor berkapasitas besar membutuhkan pasokan listrik stabil tanpa gangguan.

"Peran teknik elektro menjadi sangat penting dalam menjamin sistem kendali, instrumentasi, otomasi, dan distribusi daya dapat beroperasi tanpa gangguan atau zero downtime," ujarnya.

Komitmen Inpex: Kolaborasi Industri dan Perguruan Tinggi

Quality Assurance/Quality Control Manager PT Inpex, Dorkas Tobing, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara industri dan dunia pendidikan. Pihaknya meyakini bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan proyek strategis nasional.

"Kami percaya masa depan dimenangkan bukan oleh yang paling kuat, paling pintar, atau paling kaya, melainkan oleh mereka yang paling siap," kata Dorkas.

Ia menambahkan, program pengembangan kompetensi ini dihadirkan agar mahasiswa dan masyarakat memahami kebutuhan industri sejak dini. Hal ini sejalan dengan target pemerintah yang menempatkan gas alam sebagai energi transisi menuju energi bersih.

Lokakarya Pengecatan: Bekal Teknis untuk Mahasiswa

Rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada kuliah tamu. Unpatti dan PT Inpex juga menggelar lokakarya pengecatan yang didukung PT Hempel Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dalam lokakarya tersebut, mahasiswa memperoleh pengetahuan teknis mengenai sistem pelapisan dan perlindungan material. Mereka juga dikenalkan dengan teknologi produk industri yang dinilai dapat menunjang kesiapan memasuki dunia kerja, khususnya di proyek Abadi Blok Masela.

Sesi diskusi interaktif setelah pemaparan materi berlangsung antusias. Mahasiswa terlihat aktif bertanya mengenai tantangan teknis di lapangan serta prospek karier di industri migas nasional.

Proyek Abadi Blok Masela sendiri merupakan salah satu PSN yang ditargetkan memperkuat ketahanan energi nasional. Keberadaannya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, membutuhkan keterlibatan tenaga kerja lokal yang kompeten di berbagai bidang, termasuk teknik elektro dan manajemen proyek.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top