MALUKU — Setelah hampir setahun tanpa gebrakan besar di 2026, Skullcandy akhirnya memanaskan mesin pemasaran. Di halaman utama situs mereka, timer raksasa kini menghitung mundur menuju "Mission Launch" yang dijadwalkan pada 15 Juli pukul 18.45 WIB (atau 16 Juli pukul 06.45 WIB di Indonesia). Yang membuatnya menarik adalah klaim berani yang mereka sematkan: "the greatest headphone ever."
Video teaser di halaman tersebut memperlihatkan sekelompok orang yang berkumpul di depan TV, mendengar instruksi untuk "membuat headphone terhebat" dan "memberi sesuatu yang bisa dirasakan." Frasa "bisa dirasakan" ini langsung mengarah pada lini Crusher, yang dikenal dengan fitur bass slider—penggeser yang memompa getaran subwoofer hingga level ekstrem. Bagi yang pernah mencoba Crusher 540 Active, sensasi "kepala ikut bergetar" bukanlah hiperbola.
Dari sisi regulasi, bocoran semakin kuat. Seorang Redditor beberapa bulan lalu menemukan dokumen sertifikasi FCC untuk dua model baru: Skullcandy Crusher 1080 ANC dan Crusher 720. Ini menegaskan bahwa produk yang akan datang bukan sekadar varian kecil, melainkan lini baru dengan nomor seri yang melompat jauh dari Crusher 2 (2023) atau Crusher Evo (2020).
Teaser Skullcandy juga menyebut "Sound powered by Bose." Ini bukan hal baru—beberapa perangkat Skullcandy terbaru memang sudah menggunakan tuning dari raja peredam bising asal AS tersebut. Kemungkinan besar, kolaborasi inilah yang dimaksud dengan istilah "A collaboration. A breakthrough." dalam tautan yang mengarah ke halaman teaser. Namun, belum bisa dipastikan apakah kolaborasi ini terbatas pada tuning audio atau mencakup teknologi active noise cancellation (ANC) yang lebih canggih.
Skullcandy juga dikenal gemar menggandeng brand lain untuk desain kulit (skins) eksklusif. Sebelumnya, perusahaan kamuflase Realtree telah menghadirkan model edisi khusus untuk lini Method dan Crusher. Kemungkinan varian serupa untuk Crusher 1080 juga cukup terbuka.
Sayangnya, dokumen FCC hanya mengonfirmasi keberadaan perangkat, bukan detail teknis seperti driver, daya tahan baterai, atau konektivitas. Yang jelas, label "Crusher" identik dengan headphone over-ear tertutup, bukan earbuds—berarti produk ini bukan penerus Method 540. Dengan embel-embel ANC di namanya, kita bisa berharap peredam bising aktif yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
Bagi pengguna Indonesia yang menanti kehadiran resminya, biasanya Skullcandy membawa produk anyar ke pasar lokal beberapa minggu setelah peluncuran global. Harga jual juga belum bisa diperkirakan, namun Crusher 2 dirilis di kisaran USD 150 (sekitar Rp 2,4 juta).
Jika tebakan ini tepat, Skullcandy Crusher 1080 ANC akan menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mendambakan headphone dengan dentuman bass fisik—bukan sekadar suara—dengan tambahan teknologi peredam bising dari Bose. Cocok untuk penggemar EDM, hip-hop, atau film aksi yang ingin merasakan setiap ledakan secara literal. Kita tunggu saja tanggal 15 Juli untuk kepastiannya.