SIAK — Polres Siak masih menyelidiki penyebab tewasnya AKL (30), seorang dokter residen anestesi yang jasadnya ditemukan di semak belukar sekitar lima meter dari pagar RSUD Tengku Rafian Siak. Kasat Reskrim Polres Siak, Dr Raja Kosmos, membenarkan bahwa korban berasal dari Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, dan sedang menjalani program PPDS di rumah sakit setempat.
Penemuan jenazah terjadi sekitar pukul 11.30 WIB oleh dua petugas keamanan rumah sakit, Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35), bersama sopir ambulans Selamat (55). Mereka menyisir area semak di luar pagar setelah memeriksa rekaman CCTV yang menunjukkan korban berjalan seorang diri keluar rumah sakit melalui pintu Pos Security II menuju Jalan Raja Kecik.
Korban pertama kali dinyatakan tidak diketahui keberadaannya sejak Senin (13/7/2026) sore. Sekitar pukul 17.30 WIB, istri korban, dr. YM (31), yang juga bertugas dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, mencoba menghubungi telepon genggam suaminya. "Namun, nomor korban sudah tidak dapat dihubungi," ungkap Kasat Reskrim.
Pencarian dilakukan di lingkungan rumah sakit dan kepada rekan-rekan sejawat, namun tidak ada yang mengetahui keberadaan AKL. Pihak keluarga di Bagan Batu juga dihubungi dengan hasil nihil. Istri korban bersama petugas keamanan kemudian memeriksa rekaman CCTV di area Radiologi yang menjadi titik awal petunjuk hilangnya korban.
Saat ditemukan, korban dalam keadaan terlentang dan tidak bernyawa di tengah semak belukar. Lokasi penemuan sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. Di samping tubuh korban, polisi mengamankan sebuah tas sandang hitam yang berisi alat medis, dompet, telepon genggam, dan kartu identitas (ID Card) RSUD Tengku Rafian milik korban.
Berdasarkan keterangan awal dari istri, AKL diketahui tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun persoalan rumah tangga. "Pasangan tersebut diketahui telah menikah sekitar dua tahun," terang Kasat.
Hingga saat ini, penyebab kematian AKL masih dalam penyelidikan. Satreskrim Polres Siak telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru guna menjalani proses autopsi. Polisi belum menyimpulkan adanya unsur tindak pidana dan masih mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.