MALUKU — Alva N3 Next Gen resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 24,5 juta melalui skema sewa baterai bulanan. Motor listrik ini memakai baterai Lithium Iron Phosphate 3,3 kWh yang tertanam di bawah jok, berbeda dari pendekatan swap battery yang dipakai sebagian kompetitor di kelasnya. Pembeli yang mengikuti skema sewa mendapat jaminan garansi baterai seumur hidup.
Pilihan warna bertambah dengan opsi Moonlight terbaru. Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 3,3 kWh ditanam permanen di bawah jok, sementara motor listrik model hub di roda belakang berukuran 14 inci.
Tenaga 4,5 kW dan Tiga Mode Berkendara
Motor hub pada roda belakang mengeluarkan tenaga hingga 4,5 kW dengan torsi 125 Nm. Kecepatan maksimum yang diklaim mencapai 80 km/jam.
Pengujian performa menunjukkan tiga mode berkendara tersedia: Eco, Urban, dan Sport. Jarak tempuh diklaim hingga 140 km. Respons throttle tergolong halus tanpa cut-off rem, menyerupai sensasi motor bermesin konvensional.
Dua fitur kepraktisan disematkan untuk medan tanjakan dan turunan:
- Hill Start Assist, menahan posisi motor saat berhenti di tanjakan
- Hill Descent Assist, menahan posisi saat berhenti di turunan
Aplikasi MyAlva dan Pelacak GPS Real Time
Integrasi aplikasi MyAlva berbasis IoT menjadi nilai jual utama. Pemilik bisa memantau sisa baterai, estimasi biaya perjalanan, lokasi fast charging, hingga mengatur karakter berkendara lewat fitur E-Pro.
Dari sisi keamanan, tersedia pelacak GPS real time, sistem alarm, dan fitur mematikan mesin jarak jauh jika terjadi risiko pencurian. Fleksibilitas pengisian di rumah dimulai dari daya 240 Watt.
Catatan pada Suspensi dan Akselerasi Mode Hemat
Ada beberapa catatan dalam pengujian. Suspensi dan akselerasi di mode hemat dinilai belum sepenuhnya memuaskan. Meski begitu, ekosistem charging yang lengkap dan dukungan aplikasi membuat N3 Next Gen tetap kompetitif di kelasnya.
Alva N3 Next Gen diposisikan sebagai pilihan rasional bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa mengeluarkan biaya awal besar. Skema sewa baterai bulanan menjadi pembeda utama dibanding motor listrik yang menjual unit beserta baterainya secara terpisah.