AMBON — Kepala LPKA Kelas II Ambon, Manuel Yenusi, menegaskan bahwa pembinaan di lembaganya tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga kesehatan psikologis anak binaan. Ia menyebut kolaborasi dengan Forum Anak Maluku menjadi bagian dari upaya membentuk karakter dan kepercayaan diri anak.
“Kami menyambut baik kolaborasi bersama Forum Anak Maluku. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi Anak Binaan untuk mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan bersosialisasi,” ujar Manuel Yenusi dalam sambutannya.
Rangkaian kegiatan dipandu langsung oleh Ketua Forum Anak Maluku, Aurel Eunike Sopulatu, bersama tim. Anak binaan mengikuti senam psiko yang bertujuan membangun semangat, kerja sama, dan konsentrasi. Sesi dilanjutkan dengan penyampaian materi motivasi yang mengajak anak binaan memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengelola emosi.
Aurel mengatakan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan suasana yang menyenangkan namun tetap edukatif. Melalui permainan dan sesi berbagi, anak binaan diharapkan mampu mengekspresikan diri secara positif dan termotivasi untuk terus belajar.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus edukatif. Melalui permainan, senam psiko, dan sesi berbagi, kami berharap adik-adik di LPKA dapat merasa lebih percaya diri,” ungkap Aurel.
Salah satu anak binaan berinisial R mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai metode belajar sambil bermain membuat materi lebih mudah dipahami dan membangkitkan rasa percaya diri.
“Kegiatan ini membuat saya lebih semangat dan percaya diri. Kami bisa belajar sambil bermain, sehingga materi yang diberikan mudah dipahami. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan,” ujar R.
Manuel Yenusi menambahkan bahwa pembinaan psikologis merupakan bagian penting dalam mempersiapkan anak binaan menyongsong masa depan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan secara rutin sebagai bekal positif bagi mereka.
Melalui kolaborasi bersama Forum Anak Maluku, LPKA Kelas II Ambon menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek mental, emosional, dan sosial anak binaan. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pembinaan yang humanis dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.