MALUKU — Gigabyte memastikan motherboard seri B850, X870, dan Z890 kini kompatibel dengan modul DDR5 yang menggunakan IC DRAM buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT). Dalam pengumuman resmi, perusahaan menunjukkan hasil uji menggunakan prosesor AMD Ryzen 5 8600G pada board B850M FORCE: sepasang modul Lexar 16GB berbasis chip CXMT berhasil berjalan di 8200 MT/s dengan CAS latency 40 siklus.
Hasil tes CPU-Z memperlihatkan latensi AIDA64 mencapai 65,4 ns — lebih rendah dibandingkan kit EXPO khas yang berada di kisaran 80 ns, dan jauh di bawah standar JEDEC (sekitar 100 ns). Menariknya, Gigabyte tidak mencantumkan tegangan yang digunakan untuk mencapai kecepatan tersebut, namun pengujian dilakukan tanpa menonaktifkan grafis terintegrasi prosesor. Menurut Gigabyte, "CXSH (CXMT) chip-based memory offers a welcome additional source of supply for consumers." (CXSH adalah kode ID JEDEC untuk CXMT).
Gigabyte menyebutkan bahwa motherboard mereka mendukung modul dengan IC 16-gigabit dan 24-gigabit—artinya modul single-rank 16GB dan 24GB, serta dual-rank 32GB dan 48GB. Vendor seperti Corsair dan Lexar sudah mulai mengintegrasikan chip CXMT ke dalam produk mereka, meski sebagian besar masih diedarkan khusus di pasar China.
CXMT belum masuk ke dalam "Entity List" Departemen Perdagangan AS, sehingga produknya tidak dilarang secara hukum di Amerika Serikat. Namun, perusahaan ini kembali dimasukkan dalam daftar perusahaan militer China oleh Departemen Pertahanan AS pada Februari lalu. Beberapa anggota parlemen AS mendorong larangan, sementara merek seperti HP, Dell, dan Corsair sudah menggunakan memori CXMT, dan Apple dikabarkan tertarik. Untuk pasar Indonesia, sejauh ini belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan modul CXMT di kanal ritel.
Bagi pengguna yang membeli modul merek seperti G.SKILL, Patriot, atau Corsair, asal chip memori jarang menjadi perhatian selama spesifikasi terpenuhi. Dengan dukungan resmi dari Gigabyte, MSI juga sebelumnya sudah merilis BIOS khusus untuk CXMT, risiko ketidakcocokan semakin kecil. Namun, pembeli di luar China tetap perlu mengecek ketersediaan produk—modul CXMT saat ini lebih mudah ditemukan di pasar domestik China.
Kesimpulannya, dukungan Gigabyte membuka jalan bagi memori CXMT sebagai alternatif selain SK hynix, Samsung, dan Micron. Performa yang ditunjukkan impresif, namun konsumen di Indonesia perlu bersabar menunggu distribusi global yang lebih luas.