MALUKU — Apple resmi meluncurkan pembaruan iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk pengguna iPhone dan iPad di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam rilis yang diumumkan pada pekan ini, perusahaan asal Cupertino itu mengonfirmasi telah memperbaiki 78 celah keamanan yang teridentifikasi dalam sistem operasi mereka.
Dari total 78 kerentanan yang diperbaiki, Apple mencatat 87 nomor CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) unik. Beberapa celah bahkan mencakup lebih dari satu kerentanan dalam satu entri. Yang menarik, Apple tidak menyebutkan adanya celah yang sudah aktif dieksploitasi di lapangan (zero-day) dalam pembaruan kali ini.
Beberapa kerentanan kritis yang patut diwaspadai antara lain:
Lebih dari selusin kerentanan pada kernel juga telah diperbaiki. Dampak potensial dari celah-celah ini meliputi kerusakan atau penulisan memori kernel, kebocoran memori kernel, hingga penghentian sistem secara tiba-tiba. Satu celah pada koneksi Wi-Fi bahkan memungkinkan penyerang di dekat perangkat untuk merusak memori proses.
WebKit, mesin browser Safari, juga menerima perbaikan besar. Kerentanan di WebKit bisa mengekspos memori proses, mengungkap riwayat tautan yang dikunjungi pengguna, memungkinkan spoofing antarmuka, hingga membuat Safari crash. Beberapa celah juga memungkinkan aplikasi membaca file di luar sandbox-nya.
Pembaruan ini tersedia untuk semua model iPhone dan iPad yang kompatibel dengan iOS 26 dan iPadOS 26. Untuk menginstal, pengguna bisa masuk ke menu Pengaturan > Umum > Pembaruan Perangkat Lunak, lalu ketuk "Unduh dan Pasang".
Sebelum memperbarui, pastikan perangkat memiliki cadangan (backup) data terbaru dan daya baterai mencukupi, atau hubungkan ke pengisi daya selama proses pembaruan berlangsung.
Langkah ini menjadi penting mengingat Apple sebelumnya mengakui telah mempercepat rilis sejumlah perbaikan keamanan pada pembaruan iOS 26.5.2 bulan lalu akibat maraknya alat peretasan berbasis kecerdasan buatan (AI). Dengan lebih dari 70 celah kritis yang ditambal, memperbarui sistem operasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga keamanan data pribadi.