MALUKU — Yu Zidi memecahkan rekor Asian Games pada nomor 200m kupu-kupu putri dengan catatan waktu dua menit 05,08 detik di Tokyo. Perenang berusia 13 tahun itu mengalahkan rekan senegaranya, Chang Mohan, dengan selisih lebih dari tiga detik dan meraih medali emas besar pertamanya.
Yu Zidi tampil di hari pembukaan Asian Games dan langsung mencuri perhatian lewat penampilan dominan di kolam renang Tokyo. Pelajar asal China itu finis jauh di depan para pesaingnya, meninggalkan Chang Mohan di posisi kedua dengan jarak lebih dari tiga detik.
Catatan waktu dua menit 05,08 detik yang dibukukan Yu memangkas hampir setengah detik dari rekor sebelumnya yang dipegang Zhang Yufei, kompatriotnya, tiga tahun lalu.
Rekor Zhang Yufei Terhapus di Hari Pertama
Rekor Zhang Yufei bertahan tiga tahun sebelum akhirnya dihapus Yu di nomor yang sama. Zhang sendiri merupakan salah satu perenang kupu-kupu terbaik China dalam satu dekade terakhir, sehingga pencapaian Yu terbilang luar biasa untuk usianya.
Yu mengaku belum puas dengan hasilnya. "It was only so-so," ujar Yu sambil tersenyum usai menerima medali, seraya menambahkan bahwa teknik kupu-kupunya "is still slightly lacking".
"I hope I can swim even faster. I improved my time by 0.9 seconds here, and I believe I will perform better next time," lanjutnya.
Dua Nomor Individu Menanti di Asian Games
Yu masih akan turun di dua nomor individu lain di Asian Games kali ini. Peluangnya menambah koleksi medali terbuka lebar mengingat performa di hari pertama sudah menunjukkan level yang jauh di atas rata-rata perenang seusianya.
Sebelum meledak di Tokyo, Yu sudah mencatat sejarah sebagai perenang termuda yang meraih medali di Kejuaraan Dunia. Saat itu ia baru berusia 12 tahun dan menyumbang medali perunggu lewat tim estafet 4x200m gaya bebas China pada tahun lalu.
Diproyeksikan Bersinar di Olimpiade Los Angeles 2028
Nama Yu Zidi kini masuk radar pengamat renang dunia sebagai salah satu kandidat kuat yang bakal bersinar di Olimpiade Los Angeles 2028. Usianya masih sangat muda, dan kurva perkembangannya menunjukkan peningkatan konsisten dari tahun ke tahun.
Peningkatan 0,9 detik yang ia sebut sendiri di Tokyo menjadi indikator bahwa batas kemampuan Yu belum tergali sepenuhnya. Dengan dua nomor individu tersisa di Asian Games, peluang menambah rekor baru masih terbuka.