Rivian R2 Boros 26 Persen Lebih Banyak Energi Dibanding Tesla Model Y dalam Tes Jalan Raya

Penulis: Ramli Siregar  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 09:19:31 WIB
Rivian R2 tercatat menggunakan energi 26 persen lebih banyak dibanding Tesla Model Y dalam pengujian jalan raya pada kecepatan 60 mph.

MALUKU — Out of Spec Reviews menguji langsung Rivian R2 Performance dan Tesla Model Y Performance di rute yang sama pada sore hari yang sama. Hasilnya, R2 menggunakan energi 18,4 persen lebih banyak pada kecepatan 50 mph, sekitar 26 persen pada 60 mph, 20 persen pada 70 mph, dan 26,5 persen pada 80 mph. Data 70 mph dianggap kurang akurat karena pengujian dilakukan di I-95 saat lalu lintas padat, di mana kedua mobil mendapat slipstream dari truk.

Metodologi Uji yang Ketat untuk Data Realistis

Kedua mobil didiamkan hingga baterai mencapai suhu lingkungan. Tekanan ban diatur 42 PSI dalam keadaan dingin menggunakan alat ukur yang sama. AC diatur otomatis pada suhu 68°F, ventilasi belakang dimatikan, layar diredupkan, dan tidak ada pengisian daya ponsel. R2 menggunakan mode Conserve, Model Y mode Chill.

Rute out-and-back dilakukan pada kecepatan 50, 60, 70, dan 80 mph berdasarkan GPS. Kedua mobil bergantian memimpin setiap etape untuk menghindari efek drafting. Karena perbedaan odometer mencapai 1,7 persen, perbandingan dilakukan berdasarkan kWh yang dikonsumsi, bukan angka efisiensi bawaan mobil.

Simulasi Kota: Skenario yang Seharusnya Menguntungkan R2

R2 memiliki kopling yang memisahkan motor depan, sehingga saat melaju pelan hanya satu motor yang bekerja. Model Y tetap memutar motor induksi depan yang menimbulkan kerugian angin dan gear-train. Namun dalam simulasi stop-and-go selama 20 menit, Model Y hanya menggunakan 1,6 kWh, sementara R2 memakai 1,9 kWh—sekitar 19 persen lebih boros dalam skenario yang justru dirancang untuk menguntungkan R2.

Angka EPA vs Realitas Jalan: Celah Metode Uji

EPA memberikan dua jalur pengujian bagi pabrikan EV. Jalur murah: menjalankan siklus kota dan jalan raya hingga baterai habis, lalu mengalikan hasilnya dengan 0,7 untuk memperkirakan kondisi nyata. Jalur mahal: multi-cycle test yang mencakup empat siklus kota, dua siklus jalan raya, dan dua siklus kecepatan konstan, yang benar-benar mengukur perilaku dalam cuaca dingin, panas, dan kecepatan tinggi.

Kyle Conner dari Out of Spec menduga Rivian menggunakan jalur pengujian penuh di laboratorium Michigan, sementara Tesla mengajukan angka turunan. Metode pengujian per kendaraan tidak dipublikasikan sehingga sulit diverifikasi. Selain itu, angka kWh/100 mil EPA diukur dari dinding (termasuk rugi pengisian), sementara Out of Spec mengukur energi yang keluar dari baterai. Jika dihitung mundur, EPA menunjukkan R2 sekitar 3,75 mil per kWh dari baterai, sementara Model Y 3,64 mil per kWh—artinya EPA menilai R2 sedikit lebih efisien, namun pengujian nyata menempatkannya 18-26 persen di belakang.

Kabar Baik dari Sisi Pengisian Daya

R2 unggul dalam pengisian cepat. Dalam tantangan 10 persen—mengisi daya dari 10 persen state of charge selama 15 menit lalu melaju konstan 80 mph hingga kembali ke 10 persen—R2 mampu mempertahankan 600 amp, setara dengan kemampuan maksimal charger Alpitronic, hingga 32 persen state of charge dengan puncak sekitar 229 kW. Mobil menambah 48,3 kWh dalam 15 menit, dari 10 persen ke 59 persen, dengan rata-rata 193 kW. R2 sebenarnya meminta hingga 630 amp, artinya keterbatasan ada pada charger, bukan baterai. Prestasi ini impresif untuk arsitektur 400 volt.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top