MALUKU — Pegadaian mencatat harga emas Antam ukuran 1 gram berada di posisi Rp 2.718.000 per gram. Sementara emas produksi UBS dibanderol Rp 2.599.000 per gram, dan Galeri24 di level Rp 2.587.000 per gram. Ketiganya tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram.
Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga emas Antam mencapai Rp 1.412.000, lebih mahal dibanding Galeri24 yang Rp 1.357.000 dan UBS Rp 1.405.000. Sementara untuk ukuran 100 gram, Antam dijual Rp 265.733.000, UBS Rp 252.400.000, dan Galeri24 Rp 251.265.000.
Penguatan harga emas di pasar global turut mendorong kenaikan harga di dalam negeri. Mengutip data CNBC, harga emas spot naik 0,9% ke US$ 4.087,59 per ounce pada perdagangan Senin. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus menguat 0,5% ke US$ 4.090 per ounce.
Salah satu pemicunya adalah pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,1%. Dolar yang melemah membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan meningkat.
“Terutama yang kita lihat adalah pasar minyak turun dari lebih dari US$ 100 pekan lalu menjadi US$ 90, dan hal itu mendorong prospek suku bunga lebih rendah,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.
Harga minyak mentah turun sekitar 6% ke level terendah dalam sepekan. Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan sementara serangan pada akhir pekan, memunculkan harapan penyelesaian diplomatik yang bisa membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Penurunan harga energi meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Akibatnya, ekspektasi bahwa suku bunga AS harus bertahan tinggi dalam waktu lama pun berkurang. Emas selama ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, namun suku bunga tinggi biasanya menjadi tekanan karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Perhatian investor kini tertuju pada keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu. Sekitar 66% pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga. Namun, pasar melihat peluang kenaikan suku bunga pada September dengan probabilitas 79%.
Dari Asia, permintaan emas China turut menjadi perhatian. Impor bersih emas China melalui Hong Kong pada Juni tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun turun lebih dari 5% secara bulanan dibandingkan Mei.
Logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak di pasar spot naik 1,3% menjadi US$ 58,92 per ounce. Platinum menguat 2,3% ke US$ 1.625,31 per ounce, sedangkan palladium melonjak 3,4% menjadi US$ 1.285,79 per ounce.
Investor juga menantikan data personal consumption expenditures (PCE) AS periode Juni yang akan dirilis pada Kamis. Data inflasi utama ini menjadi petunjuk bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan.