AMBON — Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar memimpin langsung prosesi penghormatan di kompleks makam pahlawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa pengabdian TNI AU dibangun di atas perjuangan para pendahulu.
"Nilai-nilai tersebut harus terus menjadi pedoman bagi setiap prajurit dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Adhi.
Tabur bunga secara khusus ditujukan untuk mengenang Alexander Jacob Patty (A.J. Patty), Brigjen Sudiarto, dan Brigjen Ignatius Slamet Riyadi. A.J. Patty adalah tokoh perintis kemerdekaan asal Maluku yang mendirikan Sarekat Ambon di Semarang pada 1920 untuk melawan kebijakan diskriminatif kolonial Belanda.
Dua lainnya adalah perwira TNI yang gugur dalam operasi penumpasan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Brigjen Sudiarto memimpin Batalion Banteng Merah dan tewas saat merebut wilayah strategis di Ambon. Sementara Brigjen Ignatius Slamet Riyadi—Pahlawan Nasional kelahiran Surakarta—gugur di usia 23 tahun pada 4 November 1950. Kiprahnya dikenang sebagai salah satu pelopor lahirnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Tak hanya ziarah, rangkaian Hari Bakti ke-79 TNI AU juga diisi aksi sosial. Lanud Pattimura menggelar donor darah yang melibatkan personel TNI AD, TNI AL, Polri, Basarnas, Bakamla, dan sejumlah instansi pemerintah di Maluku.
"Setetes darah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi lintas instansi di Maluku," kata Adhi.
Melalui dua agenda ini, Lanud Pattimura ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Bakti TNI AU tidak hanya diwujudkan dalam penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.