Hilirisasi Kelapa Maluku Terkendala Administrasi, Pemprov Siapkan Satgas agar Pabrik di Liang Awaiya Segera Beroperasi

Penulis: Tedy Rustandi  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 22:03:31 WIB
Pemerintah Provinsi Maluku menyiapkan Satgas atau Tim Terpadu untuk mengatasi kendala administrasi operasional pabrik hilirisasi kelapa di Liang Awaiya, Maluku Tengah.

AMBON — Rapat koordinasi lintas instansi digelar di Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Jumat (31/7/2026), untuk mengurai persoalan yang membelit operasional PTPN I Regional 8 di Liang Awaiya, Kabupaten Maluku Tengah. Pertemuan yang dipimpin Asisten II Setda Maluku, Kasrul Selang, ini menjadi tindak lanjut atas groundbreaking hilirisasi kelapa dan pala pada April 2026 lalu.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, SP., M.Si, mengungkapkan bahwa rapat tersebut difasilitasi oleh instansinya sebagai wadah koordinasi seluruh pemangku kepentingan. "Inti dari pertemuan ini adalah memastikan program hilirisasi kelapa dalam dan pala bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan di lapangan," ujarnya.

Kendala Administrasi dan Rencana Pembentukan Tim Terpadu

Dr. Tauda menjelaskan, dalam rakor tersebut teridentifikasi adanya kendala yang bersifat teknis administrasi. Meski demikian, ia tidak merinci lebih jauh bentuk hambatan tersebut. Hasil rapat dan masukan dari seluruh peserta akan segera dilaporkan kepada Gubernur Maluku untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

"Kami akan meminta arahan gubernur untuk dibentuk Satgas atau Tim Terpadu yang fungsinya memastikan program hilirisasi ini bisa cepat berjalan tanpa halangan dan hambatan," kata Dr. Tauda. Pembentukan tim ini dinilai krusial mengingat besarnya skala operasional yang direncanakan.

Kebutuhan 300 Ribu Butir Kelapa Per Hari

Berdasarkan perhitungan Dinas Pertanian Maluku, potensi buah kelapa di Kabupaten Maluku Tengah sangat melimpah. Dengan kebutuhan pabrik mencapai 300 ribu butir per hari, ditambah pasokan dari kebun inti PTPN, pasokan bahan baku dinilai masih aman. Bahkan, jika kapasitas produksi dinaikkan hingga 600 ribu butir per hari, ketersediaan kelapa di daerah itu diprediksi tetap mampu memenuhinya.

Dukungan juga datang dari Kementerian Pertanian yang tengah menggenjot program pengembangan kelapa di Maluku Tengah, termasuk pendampingan untuk hilirisasi pala dari sisi hulu. Langkah ini diharapkan memperkuat rantai pasok industri pengolahan kelapa dan pala di daerah tersebut.

Imbauan untuk Petani Kelapa dan Pala Maluku

Di tengah persiapan operasional pabrik, Dr. Tauda menyampaikan imbauan khusus kepada para petani kelapa dan pala di Maluku. Ia meminta para petani untuk terus mengembangkan budidaya dan memperhatikan kualitas hasil panen agar sesuai dengan standar industri hilirisasi.

"Tetap lakukan pengembangan, terutama memberikan hasil penanganan mulai dari sistem budidaya, pengolahan, hingga penanganan pasca panen yang baik sehingga hasilnya berkualitas," pesannya. Kualitas bahan baku disebutnya menjadi syarat mutlak yang diinginkan oleh industri hilirisasi.

Program hilirisasi ini diharapkan berjalan dengan baik dengan tetap mendengarkan aspirasi masyarakat setempat. Keberhasilan proyek ini nantinya akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Maluku Tengah dan sekitarnya.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: tribun-maluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top