MASOHI — Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) se-Kabupaten Maluku Tengah memadati lokasi peluncuran Program Jumat Berkah di Masohi pada Jumat (31/7/2026). Program ini digagas Samudra UMKM dan diresmikan langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, didampingi para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, serta alim ulama dan tokoh agama setempat.
Inisiatif ini mengusung tema "Menghidupkan Masjid, Memakmurkan Umat, dan Menguatkan Ekonomi Masyarakat melalui UMKM". Bupati menegaskan bahwa masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Zulkarnain menyampaikan apresiasinya kepada Samudra UMKM yang dinilai konsisten mendorong penguatan sektor usaha kecil di daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi modal utama untuk menggerakkan roda perekonomian di Maluku Tengah.
"Masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat," ujar Zulkarnain dalam sambutannya saat acara peluncuran.
Ia menambahkan, keberadaan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Dari sektor ini lahir lapangan kerja, tumbuh kreativitas, dan terjadi perputaran uang di tengah masyarakat.
Bupati memastikan pemerintah kabupaten akan terus mendukung inovasi yang memperkuat pelaku usaha mikro agar mampu naik kelas dan berdaya saing. Komitmen tersebut disampaikannya di hadapan ratusan pelaku UMKM yang hadir dalam acara tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan terus mendukung setiap langkah dan inovasi yang memperkuat pelaku UMKM agar semakin naik kelas, semakin berdaya saing, dan menjadi penggerak ekonomi lokal," tegasnya.
Zulkarnain berharap Program Jumat Berkah tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata. Ia menginginkan program ini menjadi gerakan berkelanjutan yang mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.
Acara yang berlangsung di Masohi itu ditutup dengan seremoni peluncuran resmi oleh Bupati Zulkarnain. Kehadiran tokoh agama dan pimpinan perangkat daerah dalam kegiatan ini menandai dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Dengan adanya program ini, pemerintah berharap sinergi antara masjid dan pelaku usaha dapat mempercepat pemerataan ekonomi hingga ke tingkat kampung. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan warga akan akses penguatan modal dan pendampingan usaha di Maluku Tengah.