BKHIT Maluku Perkuat Pendampingan Tambak Rakyat di Buru, Pastikan Udang Bebas HPIK dan Layak Ekspor

Penulis: Tedy Rustandi  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:06:32 WIB
Petugas BKHIT Maluku memeriksa kondisi fisik udang vaname di tambak rakyat Kabupaten Buru, Sabtu (tanggal).

AMBON — BKHIT Maluku turun langsung ke lokasi budidaya di Kabupaten Buru untuk melakukan pemeriksaan kesehatan udang vaname secara berkala. Pendampingan ini merupakan bagian dari deteksi dini terhadap potensi wabah yang bisa mengganggu produktivitas dan menutup akses pasar bagi komoditas unggulan daerah tersebut.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan menegaskan bahwa pemantauan ini bukan sekadar formalitas. Pemeriksaan klinis terhadap kondisi fisik udang, pengukuran kualitas air tambak, hingga pengambilan sampel untuk uji laboratorium dilakukan guna memastikan tidak ada indikasi penyakit yang dapat merugikan pembudidaya.

Jaminan Kesehatan untuk Tingkatkan Daya Saing Produk

"Pemantauan HPIK menjadi langkah preventif untuk memastikan udang budidaya tetap sehat sehingga produktivitas dapat terjaga dan komoditas yang dihasilkan memenuhi persyaratan kesehatan dalam perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor," ujar Willy di Ambon, Sabtu.

Keberadaan sistem karantina dinilai krusial bukan hanya untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit, tetapi juga memberikan jaminan kesehatan komoditas. Sertifikasi kesehatan dari BKHIT menjadi modal utama bagi produk perikanan Maluku untuk bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus melindungi konsumen.

Dialog Langsung dengan Pembudidaya di Kaki Air

Dalam kunjungannya, petugas tidak hanya fokus pada pemeriksaan teknis. Mereka juga berdialog dengan para pembudidaya untuk menggali informasi mengenai riwayat penyakit, pola pemeliharaan, serta penerapan biosekuriti di lokasi budidaya, khususnya di kawasan Desa Kaki Air, Kecamatan Namlea.

"Dengan komunikasi langsung di lapangan, kami dapat memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan penyakit sehingga risiko kerugian akibat serangan penyakit dapat diminimalkan," kata Willy menambahkan.

Potensi 1.000 Hektare Lahan dan Harga Udang di Pasar Namlea

Kabupaten Buru memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya udang vaname. Pemerintah daerah setempat mengoptimalkan sekitar 1.000 hektare lahan tambak air payau yang didukung kondisi ekosistem pesisir Teluk Kaiely dan sekitarnya.

Potensi ekonomi dari sektor ini sangat menjanjikan. Berdasarkan data di Pasar Rakyat Namlea, harga udang basah ukuran sedang tembus di kisaran Rp130 ribu per kilogram. Angka ini menunjukkan nilai ekonomi tinggi yang perlu diimbangi dengan pengawasan kesehatan ikan yang berkelanjutan agar produktivitas budidaya tetap terjaga.

Melalui pemantauan rutin dan pendampingan ini, BKHIT Maluku berharap udang budidaya asal Kabupaten Buru dapat terus memenuhi standar kesehatan, aman dikonsumsi, serta memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun internasional.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top