AMBON — Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Anos Yermias, membacakan arahan langsung Ketua Umar Lessy saat menutup Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian pemilihan ketua yang sempat diwarnai dinamika internal kader di kabupaten penghasil pala tersebut.
Dalam sambutannya, Lessy menegaskan bahwa Musda bukan sekadar ajang adu suara untuk memilih pimpinan. Forum ini justru menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penguatan soliditas kader setelah proses demokrasi berjalan.
Ismail Rumbalifar resmi dipercaya memegang kendali DPD Partai Golkar Kabupaten SBT menggantikan kepengurusan periode sebelumnya. Nama Rumbalifar muncul sebagai pemenang dalam mekanisme musyawarah yang berlangsung di Ambon.
Atas nama pengurus provinsi, Umar Lessy menyampaikan selamat kepada ketua terpilih. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah besar yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan loyalitas tinggi kepada partai serta masyarakat SBT.
Umar Lessy secara eksplisit meminta seluruh kader mengakhiri segala macam perbedaan dan dinamika yang terjadi selama proses Musda. Perbedaan pandangan dan pilihan dianggap hal yang wajar dalam organisasi, namun setelah keputusan diambil secara sah, semua wajib kembali ke pangkuan partai.
"Setelah keputusan diambil secara sah sesuai mekanisme organisasi, seluruh kader harus kembali bersatu," tegas Anos Yermias mengutip pesan Umar Lessy di hadapan peserta Musda.
Dalam kesempatan tersebut, Lessy juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang dinilainya telah menunjukkan kedewasaan berdemokrasi. Ia menilai proses pemilihan berjalan dengan tertib meskipun terdapat perbedaan pilihan di internal.
Kedepannya, seluruh struktur partai di tingkat kabupaten diminta untuk segera bergerak. Konsolidasi yang telah terbentuk diharapkan mampu memperkuat langkah Partai Golkar untuk hadir dan bekerja bagi kepentingan masyarakat Seram Bagian Timur.