PSG Dapat Jackpot Rp1,3 Triliun dari Goncalo Ramos, Milan Bayar Mahal untuk Striker Cadangan

Penulis: Tedy Rustandi  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 22:32:31 WIB
Pemain anyar AC Milan, Goncalo Ramos, berpose dengan kostum barunya di San Siro.

MALUKU — Kepindahan Goncalo Ramos ke San Siro mengguncang bursa transfer Eropa. Banderol €75 juta yang dibayarkan Milan menjadikannya rekrutan termahal dalam sejarah klub, sekaligus transfer termahal di Italia sejak Inter Milan merekrut Romelu Lukaku. Namun, nilai sebesar itu justru menuai banyak pertanyaan di Italia — apakah Milan benar-benar mendapatkan striker yang sepadan?

PSG Tersenyum Lebar, Milan Menanggung Risiko

Dari sudut pandang PSG, kesepakatan ini adalah jackpot. Klub asal Paris itu berhasil mengumpulkan lebih dari separuh dana yang dibutuhkan untuk merekrut Yan Diomande, target utama mereka di lini serang. Padahal, Ramos bukanlah starter di Parc des Princes.

Sepanjang musim lalu, penyerang Portugal itu lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Luis Enrique justru lebih percaya pada Ousmane Dembele yang diubah menjadi false nine. Situasi serupa juga terjadi di level internasional, di mana Ramos masih berada di belakang Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun.

Fakta itu membuat tim-tim besar Eropa tidak antre untuk merekrutnya. Karena itu, keputusan Milan membayar €75 juta dianggap menggiurkan bagi PSG.

Mengapa Milan Berani Bayar Selangit?

Keganjilan transfer ini memicu spekulasi di kalangan suporter, pundit, dan jurnalis Italia. Keterlibatan agen Jorge Mendes dan hubungan baik antara pemilik Milan Gerry Cardinale dengan presiden PSG Nasser Al-Khelaifi memunculkan teori konspirasi.

Ada kemungkinan kepindahan ini membuka jalan bagi Rafael Leao untuk hengkang dari San Siro. Namun, hingga kini belum ada kejelasan resmi mengenai masa depan winger asal Portugal tersebut.

Terlepas dari itu, Milan jelas membutuhkan sosok nomor 9 murni untuk skema yang diinginkan Ruben Amorim. Ramos dinilai punya profil yang cocok, tetapi jaminan golnya tidak sebanding dengan harga yang dibayarkan.

Momen Pembuktian bagi Ramos

Bagi Ramos sendiri, kepindahan ini adalah peluang emas yang telah lama dinantikan. Sejak mencetak hat-trick untuk Portugal di Piala Dunia 2022, ia belum pernah dipercaya menjadi starter reguler — baik di tim nasional maupun di PSG.

Kini, ia akan menjadi ujung tombak utama Milan, salah satu klub terbesar di dunia. Tekanan untuk membenarkan banderolnya akan sangat besar, tetapi ini juga kesempatan untuk mengubah narasi kariernya.

GOAL memberikan nilai A untuk PSG dan Ramos, tetapi hanya D+ untuk Milan. Penilaian itu mencerminkan ketimpangan nilai transfer yang menurut banyak pihak tidak masuk akal untuk pemain dengan status supersub.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: goal.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top