MALUKU — Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, yang baru saja tampil di final Indonesia Open 2026 melawan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di Istora Senayan, Minggu (7/6/2026), menegaskan bahwa isu pelanggaran integritas tidak memengaruhi aktivitas latihan mereka. Keduanya memilih untuk tetap profesional dan berkonsentrasi penuh pada persiapan menuju Kejuaraan Dunia BWF yang akan digelar di New Delhi, India.
Alih-alih merasa terganggu, Raymond justru memandang isu ini sebagai pengingat penting bagi para atlet muda tentang bahaya judi dan pengaturan skor. Menurutnya, kejadian ini menjadi edukasi berharga agar karier profesional tetap bersih dan berprestasi.
”Ya, pelajaran saja juga buat kami. Kalau menurut saya, kami sebagai atlet juga bukan mencari itu sebenarnya,” tuturnya kepada awak media, termasuk Jawa Pos.
Senada dengan Raymond, Joaquin memastikan tidak ada perubahan berarti dalam rutinitas harian di Pelatnas. Latihan berjalan normal dan kondusif, tanpa ada tekanan tambahan akibat isu yang beredar di publik.
”Enggak ada (yang berbeda) sih. Biasa saja. Latihan normal seperti biasa,” ucap Joaquin singkat.
Pernyataan serupa juga disampaikan pebulu tangkis ganda campuran Amri Syahnawi. Ia mengungkapkan bahwa intensitas latihan justru semakin ditingkatkan menjelang keberangkatan ke India. Pasangan Nita Violina Marwah itu fokus mematangkan strategi dan kondisi fisik untuk menghadapi kompetisi level tertinggi tersebut.
Meski isu match fixing menjadi sorotan, PBSI terlihat memilih untuk tidak membiarkan hal tersebut mengganggu konsentrasi skuad Garuda. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh atlet dalam kondisi prima untuk berlaga di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Persiapan yang matang dan mental yang kuat menjadi kunci utama bagi para wakil Indonesia untuk bisa berbicara banyak di ajang bergengsi tersebut. Dukungan penuh dari publik diharapkan mampu membawa para atlet meraih hasil terbaik di New Delhi nanti.