MASOHI — Rakib Sahubawa mengambil sumpah dan melantik kepala pemerintahan negeri (raja) definitif untuk Negeri Aboru dan Negeri Waru. Selain itu, ia juga melantik penjabat kepala pemerintahan negeri untuk Negeri Aketernate dan Negeri Hatu pada Jumat (14/8/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung di lantai III Kantor Bupati Maluku Tengah. Para pejabat yang dilantik ini akan mengemban amanah untuk memimpin pemerintahan di tingkat negeri.
Dalam sambutan Bupati Zulkarnain Awat Amir yang dibacakan Sekda Rakib, pelantikan ini ditegaskan bukan sekadar acara seremonial. Rakib menyebut momen ini merupakan langkah penting dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan di masing-masing negeri.
“Jabatan yang dipercayakan kepada para raja ini merupakan amanah rakyat dan amanah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, ketulusan dan dedikasi,” ujar Rakib di Masohi.
Menurutnya, pemerintah negeri menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Karena itu, seorang kepala pemerintahan negeri dituntut mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur masyarakat, mengayomi semua warga tanpa membeda-bedakan, serta menciptakan pemerintahan yang tertib, transparan, demokratis, dan berkeadilan.
Kepada Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Aketernate dan Hatu, Rakib berharap mereka mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Mereka diminta menjaga stabilitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat selama masa jabatan enam bulan.
“Mempersiapkan penyelenggaraan pemerintahan negeri dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” imbuhnya.
Rakib menggarisbawahi bahwa tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintahan semakin tinggi. Warga saat ini menginginkan pemerintah yang hadir, cepat merespons persoalan, terbuka dalam pengelolaan pemerintahan dan anggaran, serta mampu memberikan manfaat nyata.
Ia meminta seluruh kepala pemerintahan negeri dan penjabat untuk melaksanakan tugas sesuai sumpah atau janji jabatan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.