MALUKU — Suno memperkenalkan keluarga model AI v6 sebagai tonggak awal kemitraan formalnya dengan sejumlah label musik besar. Peluncuran ini terjadi setelah Warner Music mencabut gugatan hak cipta pada 2025 dan beralih ke perjanjian lisensi. Kini, perusahaan mengklaim model barunya dilatih "dari awal" dengan data berlisensi dari mitra seperti Warner dan BMG.
Tiga Varian Model: v6, v6-wild, dan v6-mini
Keluarga v6 terdiri dari tiga model dengan karakter berbeda. V6 menjadi andalan utama yang disebut Suno mampu menghasilkan musik "terpoles" secara konsisten di semua genre. Bagi pengguna yang menginginkan hasil lebih eksperimental, v6-wild dirancang sebagai "mitra brainstorming" untuk membantu musisi berpikir lebih luas tentang karya mereka. Sementara v6-mini menjadi satu-satunya varian yang bisa diakses akun gratis.
Jack Brody, chief product officer Suno, menjelaskan bahwa masukan dari musisi dan produser justru kerap mencari sesuatu yang membantu mereka berpikir lebih ekspansif, bukan sekadar output terbaik tunggal. "Mereka mencari mitra brainstorming, dan v6-wild adalah model kami yang paling kreatif sejauh ini," ujarnya.
Fitur Baru: Edit Lagu dan Mashup Multi-Sumber
Model anyar ini menghadirkan kemampuan mengedit bagian spesifik lagu cukup dengan perintah bahasa alami. Pengguna kini bisa membuat mashup dari berbagai sumber dalam satu permintaan, misalnya mengambil vokal dari satu lagu dan drum dari lagu lain, lalu menambahkan lirik baru di atasnya.
Sampling juga disebut lebih presisi, memungkinkan pengguna mengisolasi dan menghasilkan beat baru melalui satu prompt teks. Pemahaman multi-modal meningkat, sehingga model bisa membuat lagu dari audio, gambar, atau video lain. Pengguna juga bisa mendeskripsikan perasaan yang ingin dibangkitkan, dan model akan menciptakan musik yang sesuai. Bahkan, mengganti satu baris lirik kini tak perlu membangkitkan ulang seluruh lagu.
Lebih Cepat dan Data Pelatihan Baru
Menurut Brody, model v6 bekerja lebih cepat dari pendahulunya. Pengguna bisa mendengarkan trek yang dihasilkan dalam hitungan detik setelah menulis prompt. Namun, ia enggan merinci cara kerja teknis model baru tersebut.
"Keluarga v6 dilatih dari awal dengan kumpulan data baru yang berbeda dari model sebelumnya," kata Brody. "Itu mencakup data berlisensi dari mitra kami dan data pengguna, tetapi yang terpenting adalah semua iterasi dan riset yang masuk ke penyesuaian model ini."
Latar Belakang Hukum dan Kontroversi Lama
Perlu dicatat, pada 2024 sekelompok label rekaman besar termasuk Warner Music sempat menggugat Suno dan Udio atas pelanggaran hak cipta "skala masif". Warner kemudian mencabut gugatannya pada 2025 demi perjanjian lisensi yang disebut memberi artis "kontrol penuh" atas penggunaan suara dan musik mereka di trek buatan AI.
Brody menyebut v6 sebagai awal formal hubungan perusahaan dengan label seperti Warner dan BMG. "Sejak hari peluncuran pada 9 September, kemitraan ini mulai menghasilkan pendapatan bagi mitra kami," katanya. "Ini memungkinkan pengalaman produk baru dikembangkan bersama artis dan mitra, yang pada gilirannya menciptakan aliran pendapatan tambahan bagi artis yang berpartisipasi."
Kendati demikian, keabsahan praktik Suno masih dipertanyakan. Kebocoran data pada 2026 mengungkap perusahaan sempat mengeruk musik dan podcast selama puluhan tahun dari YouTube, Deezer, dan platform lain untuk melatih model sebelumnya. Sebagai langkah lanjutan, Suno menarik model lama tersebut seiring peluncuran keluarga v6.