Kapolsek Nusaniwe Ungkap Kondisi di Lokasi Tawuran Soabali: Hampir Semua Pemuda Berbau Alkohol

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:23:01 WIB
Kapolsek Nusaniwe Iptu Rudy Ahab menyampaikan temuan kondisi di lokasi tawuran Soabali dalam kegiatan Bacarita Kamtibmas di Ambon, Sabtu (22/8/2026) malam.

AMBON — Insiden tawuran yang terjadi di depan SPBU Soabali, Ambon, Sabtu (22/8/2026) dini hari, membuka fakta baru soal peran minuman keras dalam keributan tersebut. Kapolsek Nusaniwe Iptu Rudy Ahab yang turun langsung ke lokasi mengaku menemukan kondisi yang memprihatinkan.

"Ketika saya turun ke TKP subuh itu, hampir semua anak-anak muda itu berbau alkohol," ungkapnya.

Temuan itu disampaikan Rudy dalam kegiatan Bacarita Kamtibmas yang digelar di tempat ojek Mangga Dua, samping SMA Pertiwi Ambon, Sabtu malam. Acara tersebut turut dihadiri Kapolresta Ambon dan PP Lease.

Miras dan Hilangnya Kendali Diri

Rudy menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada konsumsi miras itu sendiri, melainkan ketidakmampuan seseorang mengendalikan diri setelah mengonsumsinya. Ia membandingkan dengan pengalamannya saat bertugas di Maluku Barat Daya (MBD).

"Di sana mereka pagi minum, malam minum hingga pagi tidak ada masalah. Kita minum sedikit saja, baru satu botol kita bikin masalah," ujar Rudy.

Menurutnya, ketika pengendalian diri hilang, persoalan sepele dapat dengan cepat berkembang menjadi pertikaian hingga tawuran. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, bukan menunggu polisi bertindak setelah konflik pecah.

Pemicu Tawuran: Balap Liar atau Miras?

Dari hasil dialog dalam Bacarita Kamtibmas, terungkap bahwa pemuda dari tiga kawasan—Mangga Dua, Soabali, dan Air Mata Cina—tidak mengetahui secara pasti akar persoalan yang terjadi di depan SPBU. Dugaan sementara, bentrokan dipicu aksi balap liar oleh anak-anak muda dari luar kawasan yang menjadikan area tersebut sebagai lokasi tawuran.

Meski begitu, Rudy menilai alkohol tetap menjadi faktor yang memperkeruh situasi. Sejak menjabat sekitar tiga minggu di Polsek Nusaniwe, ia berulang kali mengingatkan masyarakat tentang dampak miras terhadap keamanan.

"Kalau mengonsumsi minuman keras, hindari berbagai persoalan. Jangan sampai karena miras kemudian terjadi bentrokan atau tawuran," tegasnya.

Grup WhatsApp Kamtibmas untuk Deteksi Dini

Dalam pertemuan itu, Rudy menyambut baik usulan Ketua RT untuk membentuk grup WhatsApp Kamtibmas yang melibatkan warga dan kepolisian. Menurutnya, komunikasi cepat sangat penting untuk mendeteksi potensi gangguan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.

"Terkait usulan WhatsApp itu sebenarnya sudah dibentuk di OSM, saya juga sudah digabungkan di situ," katanya.

Rudy meminta warga Mangga Dua, Amaci, dan Soabali tidak ragu menyampaikan informasi kepada polisi apabila melihat potensi gangguan keamanan. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat.

"Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di lingkungan, kita harus bersama-sama," tandasnya.

Pesan utama dari Bacarita Kamtibmas kali ini jelas: mencegah tawuran tidak cukup dengan membubarkan massa saat bentrokan terjadi. Masyarakat dan aparat harus memutus mata rantai persoalan sejak dari pemicunya, termasuk penyalahgunaan miras.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: tribun-maluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top