MALUKU — Pernyataan tersebut mengemuka dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 yang berlangsung di Grand City Convex pada 26–30 Agustus 2026. Faisol Riza menegaskan industri otomotif nasional menunjukkan perkembangan positif, tercermin dari pertumbuhan penjualan di tingkat wholesales maupun ritel.
"Kami optimistis target penjualan domestik dapat melampaui 850.000 unit tahun ini. Pemerintah tentu akan terus menjadi mitra strategis yang selalu mendengar, membantu, mencarikan solusi atas tantangan yang ada, dan bersama-sama membangun keekonomian nasional," ujar Faisol dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (29/8/2026).
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, melihat peluang besar dari penyelenggaraan pameran di Surabaya. Provinsi Jawa Timur dinilai memiliki peran strategis karena konsisten berada di posisi ketiga penjualan kendaraan nasional dengan kontribusi sekitar 9,1 persen terhadap total pasar hingga April 2026.
"GIIAS Surabaya tidak hanya menjadi ajang pamer kendaraan terbaru, tetapi juga sebagai platform strategis untuk memperluas pasar otomotif nasional sekaligus memanfaatkan potensi besar Jawa Timur," kata Putu.
Pameran tahun ini mencatatkan skala terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Penambahan satu hall membuat luas area pameran di Grand City Convex mencapai 15.000 meter persegi dengan partisipasi 37 merek kendaraan bermotor dan 25 merek industri pendukung.
Dari total peserta, terdapat 14 merek baru maupun merek yang kembali berpartisipasi. Putu menilai hal ini menjadi indikator kuat tingginya daya tarik pasar otomotif Jawa Timur. Sejumlah merek kendaraan penumpang yang hadir antara lain BYD Group, Changan, Chery, Honda, Hyundai, Mitsubishi Motors, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, dan Xpeng.
"Yang juga sangat membanggakan dan menjadi bukti kuatnya daya tarik pasar Jawa Timur adalah hadirnya 14 merek baru serta merek yang kembali bergabung di GIIAS Surabaya tahun ini," tuturnya.
Pemerintah menilai peluang pasar otomotif masih terbuka lebar hingga akhir 2026 seiring membaiknya indikator penjualan domestik, ekspor, dan pertumbuhan kendaraan elektrifikasi. Kepercayaan konsumen terhadap industri otomotif nasional diharapkan terus meningkat sepanjang tahun.